Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Semarak Gerak Jalan Umum 2025 di Ngunut Tulungagung, Simbol Kebersamaan dan Semangat Kepahlawanan Warga

Rinto Wahyu Hidayat • Senin, 6 Oktober 2025 | 04:17 WIB
Photo
Photo

TULUNGAGUNG – Ratusan peserta memadati kawasan Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Minggu (5/10), dalam gelaran Gerak Jalan Umum 2025.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Panitia Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Ngunut ini menjadi bagian dari perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia, serta wujud nyata semangat kebersamaan dan patriotisme warga Tulungagung.

Acara dimulai pukul 13.00 WIB dari Balai Desa Balesono, diikuti oleh pelajar, komunitas, organisasi kepemudaan, dan masyarakat umum.

Sepanjang rute, masyarakat Tulungagung tampak antusias menyambut barisan peserta dengan tepuk tangan dan sorakan semangat.

Suasana meriah namun tertib itu menjadi cerminan kuatnya rasa persatuan di tengah masyarakat Ngunut Tulungagung.

Rute Gerak Jalan Umum Tulungagung 2025 melewati jalur utama Kecamatan Ngunut: dari Balai Desa Balesono menuju Pertigaan Pasar Panjerejo, berlanjut ke Pasar Ngunut, dan berakhir di Perempatan Kidangan Ngunut.

Tahun ini, panitia sengaja mengembalikan rute klasik atas permintaan masyarakat Tulungagung, termasuk melewati Desa Panjer, Kecamatan Rejotangan, yang sejak lama ingin kembali ambil bagian dalam kemeriahan acara.

Camat Ngunut Sutrisno SSos MSi menjelaskan, kegiatan ini bukan hanya ajang olahraga dan hiburan, melainkan juga wadah pendidikan karakter bagi generasi muda Tulungagung.

“Selain memberikan hiburan, kegiatan ini kami jadikan sarana melatih kedisiplinan anak-anak sekolah. Tapi tetap bernuansa fun karena baris kreasi dari peserta umum juga ikut tampil,” ungkap Sutrisno.

Sebanyak 84 grup turut berpartisipasi, terdiri dari pelajar, komunitas, dan perwakilan desa.

Penampilan baris kreasi dengan kostum tradisional dan modern menjadi daya tarik tersendiri bagi ribuan penonton yang memadati sepanjang rute Ngunut Tulungagung.

Demi kelancaran kegiatan, panitia pelaksana yang diketuai H. Sutaji, Kepala Desa Pandansari, menggandeng unsur TNI, Polri, Satpol PP, Limas, dan Dinas Pendidikan Tulungagung.

Tim juri pun berasal dari berbagai lembaga tersebut untuk menilai kategori baris berbaris standar dan kreasi.

“Kami libatkan Polsek, Koramil, Limas, dan Dinas Pendidikan dalam pengamanan serta penilaian. Semua sudah kami koordinasikan,” ujar Sutaji.

Selama acara berlangsung, arus lalu lintas di sekitar Ngunut Tulungagung diatur secara bergantian.

Jalur dari Panjer menuju Kalidawir dialihkan melalui Samir dan Selorejo, sedangkan dari Pasar Ngunut ke Rejotangan diarahkan lewat Pabrik Gula Kunir hingga Gilang.

Personel Polsek Ngunut Tulungagung disiagakan di titik-titik rawan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, lancar, dan tertib.

Tak hanya penuh semangat nasionalisme, kegiatan Gerak Jalan Umum 2025 Tulungagung juga membawa berkah ekonomi bagi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima.

Sepanjang rute, aneka jajanan, minuman, dan cendera mata laris manis diserbu warga yang datang menonton.

Kami ingin momentum HUT ke-80 Republik Indonesia bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Gerak jalan ini menjadi wadah bagi semua kalangan untuk menunjukkan semangat nasionalisme, tutur Sutaji.

Suasana pasar rakyat yang hidup menambah nuansa kekeluargaan khas Tulungagung.

Warga terlihat saling sapa, tertawa bersama, dan menikmati kebersamaan di bawah kibaran bendera merah putih.

Menurut Camat Sutrisno, tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan nilai perjuangan, kedisiplinan, dan gotong royong di kalangan generasi muda Tulungagung.

Kegiatan ini bukan sekadar lomba, tapi saran menanam kan nilai kepahlawanan dan kebersamaan.

Kami harap semangat itu terus hidup di masyarakat, tegasnya.

Ia juga mengimbau seluruh peserta agar menjaga sportivitas dan menaati aturan yang telah ditetapkan.

Kami sudah wanti-wanti agar kegiatan berjalan aman, tanpa alkohol, dan setiap grup maksimal 40 orang tidak lebih. agar mendapat penilaian objektif, tambahnya.

Sementara itu, Ketua PHBN Kecamatan Ngunut, Drs Suryono MPd, menegaskan bahwa kegiatan Gerak Jalan Umum harus terus dilestarikan karena sarat nilai nasionalisme dan persatuan.

Yang merdeka itu memang enak daripada dijajah.

Karena itu,semangat persatuan harus terus kita tumbuhsuburkan.

Inilah kreativitas panitia dan forkompincam Ngunut dalam merangkai kebersamaan warga Tulungagung, ujarnya.

H. Sutaji selaku koordinator acara menambahkan, meski jumlah peserta tahun ini sedikit menurun dari tahun sebelumnya, semangat masyarakat tetap tinggi.

"Tahun lalu ada lebih dari 100 grup, tahun ini sekitar 84. Tapi yang penting kegiatan berjalan aman, lancar, dan tetap menjunjung persaudaraan," ujarnya.

Kegiatan dihadiri Forkompincam Ngunut, Kepala UPT, para Kepala Desa se-Kecamatan Ngunut, serta Kepala Sekolah SMPN dan SMAN di wilayah tersebut.

Gerak Jalan Umum 2025 Tulungagung bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan simbol persatuan dan kebanggaan masyarakat Tulungagung. (rin)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#ngunut #tulungagung #PHBN #gerak jalan