RADAR TULUNGAGUNG - Pagi di Tulungagung rasanya belum lengkap tanpa aroma bumbu kacang yang menggoda dari nasi pecel.
Hampir di setiap sudut jalan, mudah ditemui pedagang yang menyiapkan pincuk daun pisang berisi sayuran segar, tempe goreng, rempeyek, dan tentu saja siraman sambal kacang yang khas.
Baca Juga: Kenapa Orang Tulungagung Lebih Sering Sarapan Nasi Pecel daripada Roti? Ternyata Ini Alasannya
Bagi warga, nasi pecel bukan sekadar menu sarapan, melainkan tradisi yang melekat. Hidangan sederhana ini dianggap pas untuk mengawali aktivitas murah, mengenyangkan, dan selalu bikin rindu.
Tak heran, banyak pedagang nasi pecel memilih berjualan di tepi jalan atau pojok kampung agar mudah dijangkau pembeli yang sedang berangkat kerja, sekolah, atau sekadar jalan pagi.
Baca Juga: Nasi Pecel Pagi Hari Tulungagung Menu Wajib Sebelum ke Sawah
Lebih dari sekadar makanan, pecel adalah identitas kuliner Tulungagung. Setiap penjual punya racikan bumbu sendiri, sehingga pembeli bisa menemukan cita rasa yang berbeda di tiap sudut kota.
Dari sambal yang manis gurih hingga yang pedas menggigit, semuanya punya penggemar setia.
Baca Juga: Punten Pecel Tulungagung: Makanan Tradisional yang Cocok Dinikmati Pagi atau Sore Hari
Mungkin itulah sebabnya, meski warung modern semakin banyak, pedagang nasi pecel tetap tak tergeser.
Pagi hari di Tulungagung selalu identik dengan pemandangan orang-orang menyantap pecel di meja sederhana, ditemani teh hangat atau kopi hitam. Sebuah kebiasaan yang sederhana, tapi penuh makna kebersamaan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana