RADAR TULUNGAGUNG - Karnaval yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) ke-80 di Tulungagung tahun ini mencapai titik puncaknya yang paling spektakuler di Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbergempol.
Acara kolosal yang dikenal sebagai Sambijajar Carnival, yang dilaksanakan pada hari Minggu, 5 Oktober 2025, mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari masyarakat luas.
Bukan hanya warga lokal, namun karnaval ini, telah lama menjadi daya tarik dan idola utama masyarakat di seluruh Kabupaten Tulungagung.
Antusiasme yang tinggi ini bukan tanpa alasan. Masyarakat Sambijajar secara umum selalu memberikan dukungan penuh.
Dukungan tersebut mencakup baik kepesertaan aktif warganya dalam pawai maupun aspek pembiayaan yang masif.
Pawai budaya bergengsi ini, yang selalu dinanti-nantikan, konon kabarnya selalu menghabiskan biaya hingga mencapai ratusan juta rupiah.
Kreativitas dan kekompakan warga desa Sambijajar telah teruji dari tahun ke tahun, menjadikan setiap penyelenggaraan karnaval selalu istimewa dan meriah.
Semangat dan dedikasi terlihat jelas di setiap sudut desa. Desa Sambijajar sendiri terbagi menjadi tiga dusun, Sadeng, Waringin, dan Tanjung yang kemudian dibagi lagi menjadi 15 Rukun Tetangga (RT).
Masing-masing RT dan lingkungan menunjukkan antusiasme serta semangat yang membara untuk menampilkan atraksi terbaik mereka di ajang Sambijajar Carnival ini.
Komitmen finansial yang sama kuatnya juga ditunjukkan oleh para pengusaha dan seluruh lapisan masyarakat desa, yang terkenal merelakan berapapun biaya yang dibutuhkan demi suksesnya event yang sangat ditunggu-tunggu tersebut.
Baca Juga: Belum Semua Pasar di Tulungagung Terverifikasi sebagai Mitra Penyalur SPHP, Ternyata Ini Alasannya
Karnaval tahun ini menampilkan pawai budaya dan atraksi yang sangat beragam, dengan menonjolkan nuansa Bhinneka Tunggal Ika.
Konsep keberagaman ini diwujudkan melalui berbagai penampilan kreatif dan unik yang disiapkan oleh 15 RT yang ada.
Dien, 48, salah satu tokoh masyarakat dari Dusun Waringin, mengungkapkan betapa kayanya variasi atraksi yang disajikan tahun ini.
Ia menyebutkan bahwa pawai diisi dengan beragam kontingen, mulai dari pasukan Dayak yang gagah, pasukan enthit, hingga joget emak emak (ibu-ibu) yang penuh semangat.
Tak ketinggalan, ada pula atraksi bertema Bhinneka, Leyang Leyong, dan bahkan pasukan tuyul turut memeriahkan barisan karnaval. Kehadiran puluhan ribu penonton semakin memacu semangat para peserta.
Untuk memastikan kemeriahan iringan, sedikitnya akan ada 35 sound system besar yang mengiringi pawai kolosal ini.
Jumlah sound system yang masif tersebut semakin menegaskan betapa serius dan totalitasnya penyelenggaraan Sambijajar Carnival.
Baca Juga: Dua Motor Adu Banteng di Campurdarat Tulungagung, Empat Pengendara Mengalami Luka-luka
Mengingat daya tarik karnaval ini dipastikan disaksikan oleh puluhan ribu penonton, aspek logistik dan keamanan rute menjadi perhatian utama. Rute wilayah yang akan dilalui oleh pawai telah disepakati jauh hari sebelum pelaksanaan acara dimulai.
Untuk mengelola lalu lintas dan mengantisipasi membludaknya pengunjung, tiap titik akses jalan menuju rute utama pawai ditutup. Akses masuk ke lokasi karnaval kemudian diatur dengan sistem penarikan tiket parkir yang terorganisir.
Seorang petugas parkir di ujung akses jalan masuk lokasi karnaval menjelaskan mekanisme penarikan biaya tersebut. Setiap sepeda motor yang masuk ke area dikenakan biaya tiket sebesar 10 ribu rupiah.
Petugas tersebut menegaskan bahwa tiket tidak dihitung berdasarkan jumlah orang yang dibawanya, tetapi berdasarkan kendaraannya. "Meskipun muat 3 atau 2 orang, tetap saja sama," ujar petugas parkir, menjelaskan bahwa biaya 10 ribu rupiah dikenakan per unit sepeda motor yang masuk.
Pengaturan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi acara yang sangat padat.
Baca Juga: HUT ke-80 TNI, Bupati Tulungagung: TNI Lebih Dicintai Rakyat
Kekompakan warga Sambijajar memang patut diacungi jempol. Setiap tahun, mereka berhasil membuktikan kreativitas yang sulit ditandingi oleh daerah lain dalam menyelenggarakan event karnaval serupa.
Selain disaksikan oleh puluhan ribu penonton, barisan pawai yang ditampilkan dikenal sangat meriah dan memiliki panjang barisan yang luar biasa.
Karena panjangnya barisan kontingen dan banyaknya atraksi yang harus ditampilkan oleh 15 RT dari tiga dusun (Sadeng, Waringin, Tanjung), Sambijajar Carnival sering kali berlangsung hingga tengah malam.
Totalitas dalam persiapan yang memakan biaya hingga ratusan juta rupiah, didukung oleh pengusaha dan seluruh masyarakat, menjadikan Sambijajar Carnival pada HUT RI ke-80 ini sebagai tonggak sejarah baru dalam pertunjukan kreativitas tak tertandingi di Tulungagung. ****
Editor : Dharaka R. Perdana