Usai menyampaikan sambutan dan amanat, pimpinan daerah didampingi wakil bupati, sekda, dan jajaran forkopimda mengecek kesiapan personil gabungan dan berbagai peralatan.
"Lalu pasukan-pasukan sudah kita siapkan untuk menanggulangi bilamana jadi suatu hal bencana yang tidak diinginkan, terutama terkait dampak dari iklim yang tidak bisa kita prediksi lebih awal," jelasnya.
Baca Juga: Benarkah Gaji Pensiunan PNS Naik di 2025? Ini Klarifikasi dan Fakta Terbarunya Berdasarkan Golongan
Ada belasan bencana alam yang terjadi di tahun ini. Di antaranya tujuh laporan bencana tanah longsor dan delapan laporan bencana banjir. Bupati mengungkapkan bahwa kesiapansiagaan terhadap bencana harus dijadikan prioritas untuk meminimalkan dampak.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan hati-hati dalam menyikapi keadaan situasi yang tidak bisa kita duga sebelumnya," ujarnya.
Dia juga menginstruksikan seluruh unsur pemerintahan hingga di tingkat RT/RW selalu waspada. Utamanya mereka yang tinggal di wilayah-wilayah rawan bencana seperti di Sendang, Pagerwojo, Sumbergempol, hingga Besuki.
Baca Juga: Ketua KPK Sebut Pengembalian Uang Kasus Kuota Haji Hampir Mencapai Rp100 Miliar dari Sejumlah Biro Perjalanan Haji dan Umrah
"Juga wilayah Rejotangan. Semuanya harus kita persiapkan secara matang dan harus kita antisipasi semuanya," tegas Gatut.
Untuk diketahui, tahun ini pemkab juga menyiapkan anggaran belanja tidak terduga (BTT) yang digunakan untuk penanganan pascabencana.
"Untuk tahun 2025 kalau nggak salah sekitar Rp 3 M," sebutnya. (dit)
Editor : Aditya Yuda Setya Putra