RADAR TULUNGAGUNG – Aloon-aloon Tulungagung bakal bersolek tahun depan dengan tampilan lebih segar.
Pasalnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung berencana merombak wajah salah satu taman milik pemkab itu di tahun depan. Tapi, rencana ini masih perlu disampaikan ke pimpinan daerah untuk dimintai persetujuan.
Plt Kepala DLH Tulungagung, M Makrus Mannan, mengungkapkan bahwa rencana perombakan ini akan bersifat masif dengan perkiraan perbaikan mencapai 90 persen dari total area.
Lalu, dia juga mengungkapkan bahwa DLH Tulungagung tahun ini tidak mendapat jatah perubahan anggaran keuangan (PAK) untuk perbaikan taman yang substansial. Anggaran yang tersedia hanya dialokasikan untuk perawatan dan pemeliharaan rutin.
"Tapi intinya tahun ini kita hanya di perawatan saja, pemeliharaan biasa. Untuk pembenahan yang mengubah wajah taman itu tidak ada, di PAK pun juga tidak ada," ujar Makrus.
Dia menambahkan bahwa ada jatah non-PAK yang digunakan untuk pemeliharaan di alun-alun, yakni untuk perbaikan toilet dan "anjang-anjang" atau fasilitas peneduh.
Baca Juga: Suasana Santai dan Kuliner Murah, Alasan Alun-Alun Jadi Tempat Nongkrong Favorit di Tulungagung
Rencana perombakan total ini didasarkan kebutuhan untuk mempercantik wajah kota, mengingat kondisi alun-alun yang sudah lama tidak diremajakan.
Makrus mengatakan, 20 tahun sudah wajah Aloon-aloon Tulungagung tak mendapat sentuhan kecantikan.
Dengan begitu, rencana perombakan total di tahun depan diperlukan agar wajahnya kembali terlihat baru dan lebih menarik.
Baca Juga: Kenapa Banyak Remaja Tulungagung Hobi Main Skateboard dan BMX di Alun-Alun?
Perombakan masif tersebut tidak hanya berlaku untuk alun-alun, tetapi juga untuk hutan kota atau biasa disebut huko.
"Kita percantik karena wajah alun-alun itu kan sudah 20 tahun yang lalu. Mungkin nanti ada perubahan wajah lagi," katanya.
Perencanaan ini juga dipercepat karena Tulungagung bakal menjadi tuan rumah perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) pada 2027 mendatang.
"Karena kan Tulungagung rencana tuan rumah MTQ. Sejak jauh-jauh hari, kita persiapkan, kita siapkan lokasi-lokasi biar kelihatan bagus," jelas Makrus.
Meskipun rencana perombakan ini mendesak dan masif, Makrus menegaskan bahwa prosesnya masih panjang dan perlu persetujuan pimpinan daerah hingga DPRD.
Baca Juga: Hari Minggu Seru di Alun-Alun Tulungagung dari Olahraga Pagi hingga Malam Kuliner Menggoda
"Masif, tapi masih kita konsep, kan nanti tinggal beliaunya (bupati) setuju atau tidak. Panjang juga (prosesnya). Karena juga nanti kita di dewan persetujuan. Karena perombakannya masif," ungkap laki-laki yang juga menjabat sebagai Kabag Kesra Setda Tulungagung.
Saat ini, DLH masih berfokus pada penyusunan visual atau desain. Rencana anggaran yang dibutuhkan untuk perombakan masif hingga 90 persen ini belum dapat dipastikan.
Jika disetujui di awal tahun 2026, pembangunan diharapkan dapat selesai dalam satu tahun. Namun jika dimulai di pertengahan tahun, prosesnya mungkin akan berlanjut di tahun berikutnya.
Baca Juga: Tips Seru Nongkrong di Alun-Alun Tulungagung, Empat Tips Biar Tambah Berkesan
Terkait akses masyarakat saat pembangunan, Makrus Mannan menyatakan bahwa DLH akan menyesuaikannya dengan kebutuhan visual.
"Sebagian. Tergantung pada proses visualnya. Kalau harus ditutup total, ya ditutup total. Kalau itu bisa spot-spot, ya di-spot-spot," tandasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana