RADAR TULUNGAGUNG – Di tengah padatnya persiapan menuju Ratu Film Festival (RFF) 2025, tim LayarKita masih menunjukkan semangat yang membara.
Saat ini, tim yang beranggotakan para pelajar kreatif dari SMKN 1 Boyolangu ini tengah fokus di tahap editing untuk menyelesaikan film mereka sebelum tenggat waktu yang semakin dekat.
Perwakilan tim, Kenzi Lai, menceritakan bahwa perjalanan produksi film ini penuh warna dan pengalaman baru.
“Banyak hal menarik selama prosesnya, mulai dari dapat teman baru sampai hal-hal kecil yang bikin seru. Bahkan, kami jadi punya makanan favorit baru yaitu gado-gado dan nasi goreng lima ribuan di Tiudan,” ujarnya sambil tertawa.
Antusiasme tim LayarKita begitu terasa di setiap tahap. Meski harus melewati proses yang melelahkan, semangat kebersamaan membuat semuanya terasa menyenangkan.
“Walau capek dan banyak tantangan, karena kerjanya bareng teman-teman jadi tetap seru,” tambah Kenzi.
Baca Juga: Garap Proses Editing, Catalyst Pictures Angkat Tema Kepedulian di RFF 2025
Namun, di balik keceriaan itu, tim ini juga sempat menghadapi tantangan besar. Masalah teknis menjadi ujian tersendiri, mulai dari audio noise, visual jumping, file rusak, hingga insiden paling parah.
Pernah juga semua file syuting dari hari pertama hingga keenam hampir hilang tanpa backup akibat serangan virus. “Itu momen panik banget, tapi dari situ kami belajar pentingnya manajemen data,” kenangnya.
Mengenai tema RFF tahun ini yang mengusung nilai kepedulian dan empati, Kenzi menilai tema tersebut sederhana di permukaan, tetapi sulit saat diwujudkan dalam bentuk visual.
Baca Juga: Libatkan 30 Kru dan Talent, Anonema Pictures Masuki Post Production di RFF 2025
“Kedengarannya kayak gampang, tapi pas eksekusi, ternyata nggak semudah yang dibayangkan,” ungkapnya.
Ajang RFF 2025 menjadi debut pertama bagi tim LayarKita. Keputusan mereka ikut didasari rasa ingin tahu dan semangat untuk belajar langsung dari dunia perfilman.
“Kami kepo banget gimana rasanya ikut lomba film, mulai dari capeknya, pusingnya, stressnya, semuanya jadi pengalaman hidup yang berharga,” kata Kenzi.
Lewat karya mereka, LayarKita ingin menyampaikan pesan sederhana namun mendalam. “Kami ingin mengingatkan bahwa rasa peduli dan empati adalah kekuatan yang bisa menyembuhkan kesalahpahaman dan menyatukan manusia,” pungkasnya.
Dengan semangat muda, kerja sama yang solid, dan pengalaman yang penuh pelajaran, LayarKita siap melangkah ke panggung Ratu Film Festival 2025, membawa kisah hangat yang menggugah tentang arti kepedulian di tengah tantangan generasi muda. ****
Editor : Dharaka R. Perdana