Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Seorang Wanita Tertemper KA Gajayana di Tulungagung, Berimbas pada Jadwal Perjalanan Kereta Api pada Rabu Pagi

Sandy Sri Yuwana • Kamis, 9 Oktober 2025 | 04:29 WIB

Petugas medis mengevakuasi korban tertemper kereta api di Desa Ketanon. (MASRUR UNTUK RADAR TULUNGAGUNG)
Petugas medis mengevakuasi korban tertemper kereta api di Desa Ketanon. (MASRUR UNTUK RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Seorang wanita tertemper KA Gajayana relasi Gambir–Malang terjadi di petak jalan antara Stasiun Tulungagung dan Stasiun Ngujang pada Rabu (8/10/2025) pagi.

Peristiwa tragis yang berlokasi di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung itu menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi.

Baca Juga: Kenapa Kereta Api Tidak Saling Bertatapan? Fakta Menarik yang Jarang Diketahui

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul menyampaikan bahwa insiden tersebut terjadi saat KA Gajayana melintas di jalur tersebut.

“Begitu menerima laporan dari masinis, petugas kami segera melakukan pemeriksaan rangkaian serta pengamanan di lokasi kejadian,” jelasnya.

Baca Juga: Seorang Nenek di Bago Tulungagung Tewas Tersambar Kereta Api saat Menyeberang

Akibat kejadian ini, perjalanan KA Gajayana sempat mengalami keterlambatan sekitar 53 menit, dan KA Penataran juga terdampak dengan keterlambatan hingga 32 menit.

Pada awalnya, korban tidak diketahui identitasnya. Namun, berdasarkan informasi dari Kepala Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Masrur, identitas korban kemudian diketahui berinisial SS, seorang perempuan warga Dusun Gempolan RT 01 RW 03, Desa Ketanon.

Baca Juga: Anti Pegal, KAI Resmi Mengganti Kursi Tegak Khas KA Matarmaja dengan Kursi Ergonomis Searah Laju Kereta

“Awalnya ada warga yang mengenali sobekan baju korban. Setelah dicek dan dicocokkan dengan data sidik jari oleh pihak kepolisian dan Dinas Capil, dipastikan korban adalah SS,” ujar Masrur.

Polisi masih melakukan pendalaman terkait penyebab korban berada di jalur rel saat kejadian.

Baca Juga: Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh Bisa Jadi Bom Waktu bagi PT KAI, Solusi Danantara?

Manager Humas Zainul menyayangkan peristiwa tersebut dan kembali mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur rel kereta api dalam bentuk apa pun.

“Keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tanggung jawab KAI dan pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Jalur rel adalah area terbatas dan sangat berbahaya bagi aktivitas selain perkeretaapian,” tegas Zainul. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #tertemper #ka gajayana