RADAR TULUNGAGUNG - Di tengah hamparan sawah yang hijau membentang, ada satu pemandangan sederhana namun penuh makna di Tulungagung para petani duduk santai di pematang sawah ketika waktu istirahat tiba.
Setelah berjam-jam membungkuk menanam padi atau mencangkul tanah, momen singkat ini menjadi ruang untuk melepas penat sekaligus menghirup segarnya udara pedesaan.
Baca Juga: Tren Baru Anak Muda Nongkrong di Sawah, Suasanan Unik dan Asri yang Mulai Populer
Biasanya, mereka duduk berjejer di pematang yang sempit, dengan topi caping masih menempel di kepala.
Sebagian membuka bekal nasi bungkus sederhana, ditemani lauk sayur lodeh atau sambal terasi.
Di sela-sela suapan, obrolan ringan pun mengalir mulai dari soal harga gabah, kabar tetangga, sampai candaan yang memancing tawa.
Baca Juga: Sekadar Hiasan, Ini Alasan Banyak Sawah di Tulungagung Ada Gubuk Keci di Tengahnya
Suasana semakin syahdu ketika angin sepoi-sepoi berhembus, membawa aroma tanah basah dan gemericik air irigasi.
Kadang, obrolan berhenti sejenak hanya untuk menikmati heningnya sawah, ditemani suara burung dan jangkrik.
Baca Juga: Rahasia Warung Kopi di Tulungagung yang Ada Pinggir Sawah Tempat Curhat Paling Jujur
Meski sederhana, kebiasaan ini menyimpan kehangatan khas pedesaan.
Duduk di pematang bukan sekadar melepas lelah, tetapi juga mempererat persaudaraan di antara para petani.
Momen inilah yang membuat sawah bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga ruang berbagi cerita dan tawa. ****
Editor : Dharaka R. Perdana