Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Masuk Skala Prioritas, Pemkab Tulungagung Kebut Rekonstruksi Jalan Tanggunggunung-Rejosari di Desa Kresikan

Aditya Yuda Setya Putra • Minggu, 12 Oktober 2025 | 00:34 WIB
Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung Agus Sulistiyono dan jajaran mengecek proyek infrastruktur kontruksi jalan di Desa Kresikan.
Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung Agus Sulistiyono dan jajaran mengecek proyek infrastruktur kontruksi jalan di Desa Kresikan.

TULUNGAGUNG - Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah selatan kembali dikebut. Kali ini Pemkab Tulungagung menyasar rekonstruksi di ruas Jalan Tanggunggunung-Rejosari di Desa Kresikan. Proyek ini ditarget rampung di awal Desember mendatang.

 

Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung, Agus Sulistiyono mengungkapkan, proyek ini termasuk ke dalam kegiatan skala prioritas infrastruktur di wilayah selatan. Pasalnya, ruas jalan yang dimaksud merupakan jalur penghubung dua wilayah.

"Karena merupakan jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Tanggunggunung dan Kalidawir. Selain itu juga jalan sirip akses ke JLS," ucapnya.

 

Untuk diketahui, dinas memilih kostruksi beton di rekonstruksi jalan ini. Adapun lebar jalan yang ditangani mencapai 4,5 meter dengan panjang sekitar 1448,83 meter. Dan hingga Jumat (10/10) lalu, lanjut Agus, progres pembangunan mencapai sekitar 17 persen. 

 

"Jadi, kegiatan ini merupakan rekonstruksi jalan menggunakan beton yang pelaksanaannya spot-spot," jelasnya.

Ada lima spot atau segmen dalam pembangunan proyek rekonstruksi jalan ini. Penentuan spot didasarkan pada kondisi eksisting yang rusak parah.

 

"Dan saat ini sudah mulai pengecoran di segmen 1 dan 2 dengan metode separo jalan. Sehingga masyarakat tetap bisa menggunakan jalan tersebut secara bergantian," ujarnya.

 

Sesuai kontrak kerja yang tertuang, tempo pengerjaan proyek ditarget selama empat bulan. Yaitu, mulai 11 Agustus hingga 8 Desember mendatang. Dalam prosesnya, ada sejumlah kendala dalam pelaksanaan. Utamanya soal kondisi topografi pada lokasi pelaksanaan proyek.

 

"Kendalanya karena lokasinya di daerah pegunungan yang akses jalannya masih sulit dan juga (dilakukan) pengaturan traffic. Karena jalan tersebut merupakan jalan utama yang digunakan masyarakat," ucap Agus.

 

Dia mengungkapkan, sebelum dilakukan penanganan oleh pemkab pada pada pertengahan bulan lalu, kondisi ruas Jalan Tanggunggunung-Rejosari di Desa Kresikan terbilang mengkhawatirkan.

 

"Kondisi jalan eksisting mengalami rusak parah, jalan bergelombang dan berlubang dan dengan kondisi jalan yang naik turun sehingga sangat menyulitkan dan membahayakan pengguna jalan," tegasnya.

 

Dia mengimbau masyarakat Tulungagung secara umum dan masyarakat di wilayah selatan secara khusus untuk bersabar hingga proyek ini rampung dan dipastikan aman sebelum bisa dilalui.

 

"Dan memohon warga untuk bersabar sampai waktu selesai perbaikan jalan dan menunggu umur beton terpenuhi. (Yaitu) 28 hari baru bisa dimanfaatkan untuk lewat kendaraan, terutama roda empat," sebutnya.

 

Sementara itu, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam pernyataannya pada Rabu 20 Agustus lalu menerangkan bahwa jajaran legislatif sudah menyutujui ranperda tentang RPJMD. Ada beberapa poin utama yang difokuskan dalam draf ranperda yang dimaksud. 

 

"Yang paling utama yang harus bisa kami lakukan dalam tahun pertama, tahun kedua itu menurut kami yang infrastruktur," paparnya.

 

Dia mengungkapkan, saat ini sekitar 60 persen dari total infrastruktur yang ada di Tulungagung dalam kondisi rusak parah.

 

Hal ini juga keluhan masyarakat, mengingat kerusakan infrastruktur menyebabkan produktivitas masyarakat di berbagai sektor menurun.

 

"Saya tidak memungkiri hampir semua masyarakat di Tulungagung mengeluhkan terkait infrastruktur yang saat ini kondisinya sedang rusak. Akan tetapi anggaran kita kan juga terbatas," lanjutnya.

 

Itu sebabnya pemkab meningkatkan intensitas komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. Tujuannya untuk mengajukan bantuan agar berbagai program daerah, khususnya di bidang infrastruktur, bisa segera direalisasi. 

 

"Agar kami dapat anggaran lebih, agar kami bisa menyelesaikan sarana-prasarana yang menurut kami butuh anggaran banyak," akunya. (dit)

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#tulungagung #Pemkab Tulungagung #dinas pupr tulungagung #infrastruktur #gatut sunu wibowo #bupati tulungagung