Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Burung-Burung di Atas Genteng Alarm Alami Pagi Hari di Pedesaan Tulungagung, Bisa Jadi Penyemangat di Hari Senin Sebelum Beraktivitas

Yoga Dany Damara • Senin, 13 Oktober 2025 | 18:55 WIB

Buka jendela, hirup udara yang masih dingin, dan dengarkan burung-burung yang berkicau di atas genteng. Siapa tahu, kamu akan merasakan ketenangan.
Buka jendela, hirup udara yang masih dingin, dan dengarkan burung-burung yang berkicau di atas genteng. Siapa tahu, kamu akan merasakan ketenangan.

RADAR TULUNGAGUNG - Pagi di Tulungagung selalu punya cara sendiri untuk menyapa warganya. Sebelum adzan subuh menggema atau matahari menampakkan sinarnya, dari kejauhan sudah terdengar kicauan burung yang bersahut-sahutan.

Ada yang berkicau di dahan jambu depan rumah, ada pula burung yang hinggap di atas genteng, seolah sedang bercengkerama dengan cahaya lembut pagi yang mulai turun.

Kicauan burung bisa menjadi penyemangat menjalani aktivitas di awal pekan atau Senin yang biasanya memicu perasaan malas hendak beraktivitas.

Baca Juga: Memelihara Burung Kicau di Tulungagung, Hobi yang Jadi Ajang Silaturahmi bagi Penggemarnya

Suara burung-burung itu seperti musik alami yang tak pernah absen. Bagi warga desa, itu adalah tanda pasti bahwa hari sudah dimulai.

Tak perlu jam weker digital atau nada dering ponsel cukup suara pipit, prenjak, dan tekukur yang menandakan pagi telah datang.

Di sela kicauan itu, terdengar suara pintu rumah dibuka, langkah kaki menuju dapur, dan aroma kopi hitam yang mulai mengepul. Semua berpadu jadi harmoni kehidupan yang hangat dan menenangkan.

Baca Juga: Burung Kicau di Teras Rumah Tulungagung Hobi yang Tak Pernah Sepi

Di banyak rumah di Tulungagung, terutama di kawasan perdesaan, genteng bukan sekadar pelindung dari hujan dan panas. Ia juga menjadi “panggung kecil” bagi burung-burung liar yang mencari tempat beristirahat.

Kadang, di sela genteng tua yang sedikit berlumut, burung-burung itu bersarang. Suara anak-anaknya yang minta makan jadi hiburan tersendiri bagi penghuni rumah.

Baca Juga: Cenderawasih, Burung Cantik Papua dengan fakta-Fakta Unik yang Mendunia

Bagi sebagian warga, kehadiran burung di genteng rumah dianggap sebagai pertanda baik.Keyakinan seperti ini sudah turun-temurun, menjadi bagian dari kepercayaan kecil yang memberi warna pada kehidupan sehari-hari.

Menariknya, di tengah kesibukan dunia modern, kebiasaan menikmati suara burung di pagi hari justru terasa semakin berharga.

Banyak warga kota besar yang harus mencari “sound of nature” lewat aplikasi relaksasi atau video di internet, sementara di Tulungagung, suara itu hadir setiap hari  nyata, lembut, dan gratis.

Burung-burung itu seakan tahu ritme kehidupan manusia. Mereka datang saat embun belum kering, lalu pergi ketika sinar matahari mulai menghangatkan genteng.

Setelah itu, suasana desa berubah pelan suara ibu-ibu menyapu halaman, anak-anak bersiap ke sekolah, dan motor-motor mulai keluar dari garasi.

Namun di sela kesibukan itu, kicauan pagi tetap menjadi latar yang damai. Kadang kita lupa betapa indahnya hal-hal kecil semacam ini.

Suara burung di genteng mungkin sederhana, tapi ia mengandung rasa tenang, nostalgia, dan kedekatan dengan alam yang tak tergantikan.

Maka, jika suatu hari kamu berkunjung ke Tulungagung, cobalah bangun sedikit lebih pagi. Buka jendela, hirup udara yang masih dingin, dan dengarkan burung-burung yang berkicau di atas genteng.

Siapa tahu, kamu akan merasakan ketenangan yang selama ini tak pernah kau temukan di tengah bisingnya dunia modern. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #Senin #kicauan burung #genteng #burung