Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

55 Siswa SMPN 1 Boyolangu Tulungagung Keracunan Makanan Program MBG, Empat Orang Dirujuk ke Rumah Sakit

Sandy Sri Yuwana • Senin, 13 Oktober 2025 | 21:58 WIB
Siswa SMPN 1 Boyolangu menjalani perawatan di puskesmas usai keracunan menu MBG. (ADI SUTIGNYO)
Siswa SMPN 1 Boyolangu menjalani perawatan di puskesmas usai keracunan menu MBG. (ADI SUTIGNYO)

RADAR TULUNGAGUNG – 55 siswa SMP Negeri 1 Boyolangu di Tulungagung diduga mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (13/10).

Dari jumlah tersebut, empat siswa terpaksa dirujuk ke rumah sakit karena mengalami sesak, muntah, dan badan menggigil.

Baca Juga: BGN Ungkap Susu dalam MBG Bukan Keputusan Spontan, Simbol Perubahan Gizi Besar Menuju Gerakan Nasional Cerdaskan Bangsa

Sementara puluhan siswa lainnya mendapat perawatan intensitf di Puskesmas Boyolangu, Tulungagung.

Kepala SMPN 1 Boyolangu, Adi Sutignyo, menjelaskan bahwa kejadian bermula setelah para siswa menerima jatah makan sekira pukul 08.00.

Baca Juga: SPPG di Tulungagung Belum Merata, Satgas Percepatan MBG Menilai Perlu Ada Pemerataan, Harus Ada 80 Titik di Akhir Tahun

Tak lama kemudian, sekira pukul 08.30 beberapa siswa mengeluhkan mual dan pusing, bahkan sebagian mengaku tenggorokannya terasa tidak nyaman.

“Anak-anak makan sekitar pukul 08.00. Tak lama setelah itu beberapa siswa datang ke petugas UKS, mengeluh perutnya mual dan pusing. Kebetulan hari ini juga ada petugas Puskesmas Boyolangu yang sedang melakukan skrining kesehatan, jadi langsung ditangani dan dibawa ke puskesmas,” jelasnya.

Baca Juga: Percepatan Jaminan Keamanan Pangan MBG, Kemenkes Terbitkan Edaran Khusus SLHS Bagi Dapur Pelayanan Gizi

Program MBG di sekolah tersebut sebenarnya telah berjalan lebih dari empat bulan. Namun, menurut kepala sekolah, kejadian kali ini bertepatan dengan perubahan dapur umum penyedia makanan.

“Sebelumnya dapur umum kami di Desa Pojok. Baru hari ini diganti dan dikirim dari dapur umum di Desa Tanggung. Mungkin karena lebih dekat,” ungkapnya.

Adapun menu makan siang hari itu terdiri dari nasi kuning, ayam bumbu kecap tanpa kuah, irisan timun dan tomat, buah salak, serta susu kotak.

Dia juga menjelaskan ketika pembagian MBG, sebagian siswa mengaku makanannya berbau dan merasa aneh dengan tampilannya. 

“Ada beberapa anak yang bilang bau makanannya agak aneh, mungkin karena wadahnya (ompreng) berbeda dari biasanya. Tapi kami belum bisa memastikan penyebab pastinya,” ujarnya.

Dari total 55 siswa yang terdampak, 22 di antaranya laki-laki dan sisanya perempuan. Empat siswa dirujuk ke rumah sakit di antaranya tiga perempuan dan satu laki-laki mengalami gejala yang lebih parah yaitu sesak napas dan muntah berlebih, sementara lainnya mendapat perawatan di Puskesmas Boyolangu.

Pihak sekolah berharap ada evaluasi dari penyedia MBG terkait kejadian tersebut.

Baca Juga: Soroti Keracunan MBG, Guru Besar UGM Profesor Agus Sartono usul Program Makan Bergizi Dikelola Kantin Sekolah dan Pemda

“Harapan kami, pihak dapur bisa memastikan makanan benar-benar sehat dan aman untuk anak-anak. Mungkin ini juga karena ketahanan tubuh tiap anak berbeda,” tutur kepala sekolah.

Untuk sementara, pihak sekolah memutuskan menghentikan sementara penyaluran makanan MBG di sekolah hingga ada evaluasi dari pihak terkait.

“Biar anak-anak tidak trauma dulu. Kami juga menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari puskesmas dan tim kesehatan,” pungkasnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#keracunan #tulungagung #smpn 1 boyolangu #MBG #Makan Bergizi Gratis