RADAR TULUNGAGUNG – Korban dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di SMPN 1 Boyolangu, Tulungagung bertambah.
Hingga Selasa (14/10) pagi, total ada 68 pasien yang tercatat mendapatkan perawatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit di Tulungagung.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Anna Sapti Saripah, menyampaikan bahwa jumlah pasien terus menurun, dengan sebagian besar sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.
“Untuk sampai hari ini, jumlah pasien yang dirawat sebanyak 68 orang. Di puskesmas masih ada 4 yang dirawat, sementara dari 5 pasien rumah sakit sudah pulang 1, tinggal 4 lagi. Mereka masih di sana bukan karena kondisi gawat, tetapi karena harus menyelesaikan pengobatan,” terang Anna, ketika dikonfirmasi (14/10/2025).
Dari total pasien tersebut, 63 di antaranya dirawat di Puskesmas Boyolangu, dan 58 siswa telah dipulangkan dalam kondisi baik. Selain itu, satu pasien diketahui menjalani perawatan di Puskesmas Beji.
“Yang di Puskesmas Boyolangu masih empat orang, di Puskesmas Beji satu. Mudah-mudahan pagi ini bisa pulang setelah pemeriksaan dokter,” imbuhnya.
Baca Juga: Puluhan Siswa Keracunan MBG, Komisi C DPRD Tulungagung Minta SPPG Campurdarat Ditutup Sementara
Anna juga menjelaskan, korban tidak hanya berasal dari SMP, melainkan ada satu siswa SD setempat yang turut menjadi pasien.
Sementara itu, terkait pembiayaan pengobatan, ia memastikan hal itu akan ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai penyedia program MBG.
“Untuk pembiayaan hasil koordinasi kami dengan SPPG, mereka menyampaikan bahwa biaya pasien ini ditanggung oleh BGN. Mekanismenya masih menunggu dari pihak BGN,” katanya.
Lebih lanjut, Anna menuturkan bahwa sampai Selasa pagi (14/10) tidak ada tambahan pasien baru. Kasus terakhir diterima pada malam sebelumnya (13/10).
“Mudah-mudahan selesai sampai di sini. Tidak ada penambahan pasien baru,” ujarnya optimistis.
Terkait hasil penyelidikan epidemiologi, Dinkes Tulungagung masih melakukan pengumpulan dan pelengkapan data di lapangan. Tim Dinkes kembali mendatangi SMPN 1 Boyolangu untuk melengkapi data kejadian dan pengambilan keterangan tambahan.
Sementara itu, sampel makanan dan sampel dari penjamah makanan telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.
“Sampel sudah kami kirim ke Rumah Sakit dr. Iskak dan ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP). Hari ini juga Balai POM turun langsung untuk mengambil sampel tambahan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Dinkes Tulungagung masih menunggu hasil uji laboratorium resmi guna memastikan penyebab pasti dari insiden keracunan massal tersebut.
Editor : Dharaka R. Perdana