Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Total 68 Siswa SMPN 1 Boyolangu Tulungagung Keracunan Menu MBG, Sampel Makanan Masih Diteliti di Laboratorium

Sandy Sri Yuwana • Selasa, 14 Oktober 2025 | 20:32 WIB

Plt Kadinkes Tulungagung Anna Sapti Saripah
Plt Kadinkes Tulungagung Anna Sapti Saripah

RADAR TULUNGAGUNG – Korban dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di SMPN 1 Boyolangu, Tulungagung bertambah.

Hingga Selasa (14/10) pagi, total ada 68 pasien yang tercatat mendapatkan perawatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit di Tulungagung.

Baca Juga: Siswa SMPN 1 Boyolangu Tulungagung Sempat Mencium Bau Aneh dari Makanan yang Mereka Terima, Pihak Sekolah Akui Baru Pindah Penyedia Menu

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Anna Sapti Saripah, menyampaikan bahwa jumlah pasien terus menurun, dengan sebagian besar sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

“Untuk sampai hari ini, jumlah pasien yang dirawat sebanyak 68 orang. Di puskesmas masih ada 4 yang dirawat, sementara dari 5 pasien rumah sakit sudah pulang 1, tinggal 4 lagi. Mereka masih di sana bukan karena kondisi gawat, tetapi karena harus menyelesaikan pengobatan,” terang Anna, ketika dikonfirmasi (14/10/2025).

Baca Juga: 55 Siswa SMPN 1 Boyolangu Tulungagung Keracunan Makanan Program MBG, Empat Orang Dirujuk ke Rumah Sakit

Dari total pasien tersebut, 63 di antaranya dirawat di Puskesmas Boyolangu, dan 58 siswa telah dipulangkan dalam kondisi baik. Selain itu, satu pasien diketahui menjalani perawatan di Puskesmas Beji.

“Yang di Puskesmas Boyolangu masih empat orang, di Puskesmas Beji satu. Mudah-mudahan pagi ini bisa pulang setelah pemeriksaan dokter,” imbuhnya.

Baca Juga: Puluhan Siswa Keracunan MBG, Komisi C DPRD Tulungagung Minta SPPG Campurdarat Ditutup Sementara

Anna juga menjelaskan, korban tidak hanya berasal dari SMP, melainkan ada satu siswa SD setempat yang turut menjadi pasien.

Sementara itu, terkait pembiayaan pengobatan, ia memastikan hal itu akan ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai penyedia program MBG.

Baca Juga: BGN Ungkap Susu dalam MBG Bukan Keputusan Spontan, Simbol Perubahan Gizi Besar Menuju Gerakan Nasional Cerdaskan Bangsa

“Untuk pembiayaan hasil koordinasi kami dengan SPPG, mereka menyampaikan bahwa biaya pasien ini ditanggung oleh BGN. Mekanismenya masih menunggu dari pihak BGN,” katanya.

Lebih lanjut, Anna menuturkan bahwa sampai Selasa pagi (14/10) tidak ada tambahan pasien baru. Kasus terakhir diterima pada malam sebelumnya (13/10).

“Mudah-mudahan selesai sampai di sini. Tidak ada penambahan pasien baru,” ujarnya optimistis.

Terkait hasil penyelidikan epidemiologi, Dinkes Tulungagung masih melakukan pengumpulan dan pelengkapan data di lapangan. Tim Dinkes kembali mendatangi SMPN 1 Boyolangu untuk melengkapi data kejadian dan pengambilan keterangan tambahan.

Sementara itu, sampel makanan dan sampel dari penjamah makanan telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.

Baca Juga: SPPG di Tulungagung Belum Merata, Satgas Percepatan MBG Menilai Perlu Ada Pemerataan, Harus Ada 80 Titik di Akhir Tahun

“Sampel sudah kami kirim ke Rumah Sakit dr. Iskak dan ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP). Hari ini juga Balai POM turun langsung untuk mengambil sampel tambahan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Dinkes Tulungagung masih menunggu hasil uji laboratorium resmi guna memastikan penyebab pasti dari insiden keracunan massal tersebut. 

Editor : Dharaka R. Perdana
#keracunan #tulungagung #smpn 1 boyolangu #MBG #Makan Bergizi Gratis