TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tulungagung kembali menggelar festival olahraga tradisional. Kegiatan rutin dimaksudkan sebagai upaya melestarikan dan berbagai permainan dan olahraga tradisional ke masyarakat, terutama kepada generasi muda.
Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengungkapkan bahwa festival ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh pemkab dengan dispora sebagai sektor utama pelaksana. Menurutnya, acara ini memiliki tujuan penting yaitu untuk nguri-uri atau melestarikan kegiatan-kegiatan atau olahraga tradisional.
“Jadi anak-anak sekarang kan sudah lupa atau ndak kenal dengan mainan-mainan yang ini untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, kegotongroyongan,” ujarnya ditemui usai pembukaan acara.
Festival ini memperlombakan sejumlah permainan tradisional yang mungkin sudah jarang ditemukan di lingkungan sehari-hari. Mulai dari egrang, terompah panjang, hingga gobak sodor.
Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini berlatar brlakang dari berbagai elemen. Yaitu, dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup pemkab, lintas sektor vertikal, forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), hingga organisasi profesi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tulungagung, Ahmad Mugiyono, menjelaskan bahwa festival ini tidak hanya bertujuan melestarikan budaya, tetapi juga diselenggarakan dalam rangka memperingati momen penting di Kabupaten Tulungagung.
“Tujuan dari festival olahraga tradisional ini adalah, yang pertama memperingati Haornas yang ke-42 dan menyongsong hari jadi Kabupaten Tulungagung yang ke-820 tahun 2025,” jelas laki-laki yang karib disapa Mamad ini.
Dia menambahkan, penyelenggaraan festival olahraga tradisional ini juga merupakan kewajiban bagi pemerintah daerah untuk menggelar kegiatan serupa di masing-masing lingkup kabupaten/kota.
“Kita melihat antusiasme dari peserta itu sangat support terkait hal olahraga tradisional dan insya Allah kegiatan ini sudah berlangsung setiap tahun di Kabupaten Tulungagung,” lanjutnya.
Dia menyebutkan bahwa antusiasme peserta terbilang tinggi. Tercatat ada sebanyak 42 tim dan diikuti oleh total 812 orang peserta yang masuk dalam database kepesertaan di dinas.
Tahun ini dinas memilih GOR Lembupeteng sebagai venue. Alasannya adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset yang dimiliki oleh dispora. Lalu, Mamad juga mengungkapkan bahwa agenda ini sebetulnya sedang coba digelar sampai di tingkat, termasuk di lingkup desa/kelurahan.
“Sebenarnya untuk tahun ini ada sampai tingkat SMP-SMA untuk belajar. Tapi karena kemarin kena refocusing (anggaran), kita tidak bisa menyelenggarakan hal tersebut,” terangnya. (dit)
Editor : Aditya Yuda Setya Putra