Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tulungagung Sering Mendapat Julukan Kutha Cethe, Ini Sekelumit Sejarah dan Maknanya

Mohammad vicky avanda zilmy • Minggu, 19 Oktober 2025 | 06:15 WIB

Sebuah kabupaten di Jawa Timur, dikenal dengan banyak sebutan menarik.
Sebuah kabupaten di Jawa Timur, dikenal dengan banyak sebutan menarik.

RADAR TULUNGAGUNG - Tulungagung merupakan sebuah kabupaten di Jawa Timur, dikenal dengan banyak sebutan menarik.

Salah satunya adalah Kutha Cethe karena sangking banyaknya warung kopi yang bertebaran di penjuru Tulungagung. Berikut ulasannya:

1. Asal Usul Julukan “Kutha Cethe”

Salah satu yang paling populer adalah "Kutha Cethe", yang dalam bahasa Jawa berarti "Kota Cethe" atau kota penggemar cethe.

Istilah ini muncul dari kebiasaan masyarakat Tulungagung yang sangat akrab dengan budaya ngopi sambil mencethe, yaitu menghias ampas kopi dengan abu rokok untuk membuat motif unik di permukaan cangkir.

Baca Juga: Warung Kopi di Tulungagung Sering Dianggap Ruang Publik Mini Ketika Pagi Tiba, Ini Alasannya

2. Cethe, Seni Unik dari Ampas Kopi

Cethe bukan hanya sekadar abu rokok yang dicampur dengan kopi. Bagi masyarakat Tulungagung, cethe adalah karya seni dan identitas budaya.

Tradisi ini muncul dari kebiasaan orang tua zaman dulu yang gemar ngopi sambil merokok.

Abu rokok yang menempel di cangkir kemudian digoreskan ke sisa kopi, menciptakan pola indah yang disebut cethe.

Kini, seni mencethe bahkan sudah menjadi ikon khas Tulungagung, yang membedakan kota ini dari daerah lain di Jawa Timur.

3. Filosofi di Balik Budaya Cethe

Di balik kebiasaan sederhana ini, terdapat makna mendalam. Bagi masyarakat Tulungagung, cethe melambangkan kesabaran, ketelitian, dan kreativitas.

Membuat cethe tidak bisa dilakukan dengan tergesa - gesa butuh ketenangan dan fokus.
Hal ini mencerminkan karakter masyarakat Tulungagung yang tenang, telaten, dan penuh ide.

4. Cethe sebagai Daya Tarik Wisata Budaya

Beberapa warung kopi di Tulungagung kini menawarkan pengalaman "ngopi sambil mencethe" kepada pengunjung.

Tradisi ini menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin mencoba budaya khas daerah.

Bahkan, ada komunitas pencethe yang rutin mengadakan lomba mencethe dengan berbagai tema dan pola artistik.

5. Julukan "Kutho Cethe" Jadi Identitas Lokal

Dari kebiasaan ngopi yang unik inilah, masyarakat luar akhirnya menjuluki Tulungagung sebagai "Kutho Cethe".

Baca Juga: Fasilitas Stopkontak di Warung Kopi Tulungagung Jadi Nilai Jual Tambahan, Ini Faktanya!

Julukan ini kini menjadi identitas khas yang membanggakan, menandakan bahwa Tulungagung adalah kota dengan budaya kopi yang kental dan masyarakat yang kreatif.

6. Penutup : Lebih dari Sekadar Kopi

Jadi, kenapa Tulungagung dijuluki Kutho Cethe? Karena di sinilah seni sederhana dari secangkir kopi menjadi simbol kearifan lokal, kreativitas, dan karakter masyarakatnya.

Cethe bukan hanya abu dan kopi tapi cerita tentang budaya, ketenangan, dan kebanggaan Tulungagung. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#warung kopi #tempat nogkrong #tradisi anak muda #Tulungagung kutho cethe