RADAR TULUNGAGUNG - Peringatan Hari Santri Nasional 2025 menjadi momentum refleksi penting bagi kaum santri di Tulungagung.
Itu sebabnya, PCNU Tulungagung memberi catatan penting agar para santri memaknai tema santri sebagai pengawal kemerdekaan.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tulungagung, KH Bagus Ahmadi menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis sebagai pengawal kemerdekaan dan keberlangsungan bangsa.
Itu sesuai dengan tema yang diusung di peringatan Hari Santri Nasional 2025. Yaitu, Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.
“Diharapkan dengan tema ini santri itu bisa menjadi pengawal bagi kemerdekaan Indonesia. Ini harus tetap dipertahankan, dikawal keberlangsungannya, diisi dengan berbagai macam hal yang positif. Yang bisa untuk membangun bangsa ini ke depan semakin maju, semakin beradab,” tuturnya.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kalangan santri juga tak lepas dari sorotan PCNU. Itu sebabnya dia mengajak para santri untuk terus mengasah kemampuan, skill, dan keterampilan mereka.
Baca Juga: Prabowo: PKB Suntik Keberanian ke Saya, NU, Petani, dan Buruh di Sini, Kok Gentar?
Di era modern saat ini, lanjut Bagus, santri sepatutnya tidak hanya menguasai satu bidang. “Santri harus mempersiapkan SDM-nya, kemampuannya, skill-nya, keterampilannya untuk bagaimana santri tidak hanya menguasai satu bidang, tapi bisa berkiprah di banyak bidang,” tegasnya.
Dengan penguasaan berbagai bidang, santri diharapkan mampu mendedikasikan diri untuk kemajuan bangsa dan peradaban dunia yang lebih baik.
Dalam upayanya menyelaraskan dengan perkembangan zaman, ada berbagai poin yang ditingkatkan, baik oleh lembaga pesantren maupun para santri itu sendiri.
Baca Juga: Khofifah Minta Muslimat NU Fokus Penyiapan 1.000 Dapur Sehat MBG
Menurut dia, lembaga pondok pesantren harus berbenah untuk menyediakan fasilitas fisik maupun nonfisik yang mumpuni sebagai sarana belajar para santri.
“Tentu harus selaras dengan perkembangan zaman. Utamanya dalam manajemen pendidikannya, penyiapan sarana prasarananya, fasilitas ponpes yang mendukung,” kata Bagus.
“Semuanyalah baik secara infrastrukturnya kemudian juga skill-skill, soft skill-nya, dan kemampuan-kemampuan itu harus terus di-upgrade sesuai dengan yang dibutuhkan di masa kini. Tidak boleh ketinggalan harus up to date terus,” imbuhnya lagi.
Terkait sorotan publik yang belakangan dialamatkan kepada lembaga pondok pesantren, Bagus mengajak agar masyarakat mampu memilah.
Baca Juga: Harlah NU ke-102 Tahun, Ketua PCNU Tulungagung: Tingkatkan Khidmat demi Maslahat Umat
Dia menyarankan agar tidak semua sorotan dianggap benar adanya karena ada yang berupa fakta dan ada pula yang hanya asumsi belaka.
“Saya kira sorotan hangat itu harus kita pilah-pilah. Tidak semua sorotan itu benar adanya. Ada fakta, ada hanya asumsi saja,” jelasnya.
Dia menambahkan, selama ini lembaga pondok pesantren sudah berupaya menata organisasi serta meningkatkan pendidikan dengan berbagai upaya yang ada.
Di sisi lain, PCNU juga menekankan pentingnya peran serta pemerintah secara maksimal dalam mendukung pengembangan pondok pesantren.
“Ini mungkin menjadi momentum bagi pemerintah (untuk) semakin bisa berkontribusi secara lebih baik, lebih besar, lebih banyak kepada pondok pesantren,” ujarnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana