RADAR TULUNGAGUNG – Memperingati Hari Santri Nasional, Rabu (22/1), MTsN 3 Tulungagung menyelenggarakan upacara bendera yang dirangkai dengan penyerahan hadiah berbagai lomba bertema santri.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menanamkan semangat perjuangan dan memperkuat karakter peserta didik.
Kepala MTsN 3 Tulungagung, Suyoko SPd MKPd, dalam amanatnya menyampaikan bahwa Hari Santri bukan sekadar acara seremonial, melainkan sarat makna perjuangan.
Jika dahulu para santri berjuang melawan penjajah, maka tantangan santri zaman sekarang adalah melawan hawa nafsu, rasa malas, serta kurangnya kedisiplinan dalam belajar.
“Semangat santri hari ini adalah perjuangan untuk memperbaiki diri dan mengalahkan kebodohan. Dengan ilmu pengetahuan dan akhlak yang baik, santri mampu menjadi generasi penerus bangsa yang berdaya saing,” jelasnya.
Beragam lomba digelar dalam rangkaian peringatan Hari Santri, di antaranya lomba menulis cerpen bertema kesantrian serta lomba menulis dan mempraktikkan naskah cerpen berbahasa Jawa.
Penggunaan bahasa Jawa dalam lomba tersebut, menurut beliau, merupakan upaya madrasah untuk melestarikan budaya lokal serta meningkatkan unggah-ungguh dan akhlak peserta didik.
“Saat ini banyak anak-anak yang mulai kehilangan kemampuan berbahasa Jawa yang baik dan benar. Melalui lomba ini, kami ingin membangkitkan kembali kecintaan terhadap bahasa daerah sebagai identitas budaya,” tambahnya.
Puncak peringatan Hari Santri akan diisi kegiatan salawatan yang digabung dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Oktober menjadi bulan istimewa karena terdapat tiga momentum besar, yaitu Bulan Bahasa, Hari Santri, dan Hari Sumpah Pemuda.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, madrasah juga akan menggelar program kewirausahaan (entrepreneurship) yang memberikan ruang kepada siswa untuk menciptakan produk dan memasarkan hasil karyanya. Program ini bertujuan menumbuhkan jiwa mandiri, kreatif, dan inovatif di kalangan santri. ****
Editor : Dharaka R. Perdana