Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Smariduta Visual Art Terkesan Syuting di Pantai, Kembali Tunjukkan Eksistensi di RFF 2025

Sandy Sri Yuwana • Jumat, 24 Oktober 2025 | 03:19 WIB
Smariduta Visual Art.
Smariduta Visual Art.

TULUNGAGUNG – Tim Smariduta Visual Art dari SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung (Smariduta) kembali menunjukkan eksistensinya di ajang RaTu Film Festival (RFF) 2025.

Tidak hanya hadir dengan semangat yang tinggi, tim yang diwakili oleh Nur Hanunah ini juga membawa pesan mendalam tentang kepedulian dan proses perubahan diri melalui karya film bertema CAR(e)NIFALL.

Salah satu momen paling menarik dalam proses produksi film mereka terjadi saat pengambilan gambar di lokasi pantai.

Apalagi, mereka harus berhadapan dengan kondisi alam yang tidak selalu bisa diprediksi.

Namun itu menjadi sesuatu yang berkesan.

"Tantangan teknis seperti perubahan cuaca dan pencahayaan justru membuat tim semakin solid dan kreatif dalam beradaptasi di lapangan," jelasnya.

Meski bukan kali pertama ikut RFF, antusiasme Smariduta Visual Art tak pernah berkurang.

“Kami tetap semangat seperti pertama kali ikut. Tahun ini kami lebih serius dalam penyelesaian editing dan memenuhi ketentuan lomba yang lebih ketat,” ujarnya.

Hanunah menambahkan, tantangan baru tersebut justru menjadi dorongan bagi tim untuk meningkatkan kualitas teknis dan kekuatan naratif karya mereka.

Tema “CAR(e)NIFALL” sendiri dianggap sangat relevan dan menyentuh.

Karena tema ini mengajak untuk merayakan kepedulian di tengah kehidupan modern yang serbacepat.

"Ini menjadi pengingat bahwa rasa empati dan perhatian terhadap sesama tidak boleh hilang,” tutur Hanunah.

Lewat filmnya, Smariduta Visual Art ingin mengajak penonton merenungkan bahwa perubahan kadang datang bersama rasa sakit, namun di sanalah ruang untuk tumbuh terbuka.

“Kami ingin menyampaikan bahwa menuju kesuksesan atau jalan yang lebih baik sering kali membutuhkan keberanian untuk berubah meski itu menyakitkan. Tapi dengan kehadiran orang-orang yang memiliki empati dan kepedulian, lingkungan sosial yang saling memahami, bisa tercipta,” jelasnya.

Dengan dedikasi dan semangat berkarya yang konsisten dari tahun ke tahun, Smariduta Visual Art terus membuktikan bahwa sinema pelajar bukan sekadar ajang lomba, melainkan wadah ekspresi dan pembelajaran tentang kehidupan, empati, dan kerja sama. (sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#film #pantai #smariduta #RFF 2025