Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Debut di RFF 2025, Proses Syuting Cloud Team Penuh Kejadian Seru dan Berkesan

Sandy Sri Yuwana • Jumat, 24 Oktober 2025 | 05:10 WIB
Cloud Team saat proses produksi film untuk RFF 2025.
Cloud Team saat proses produksi film untuk RFF 2025.

TULUNGAGUNG – Di tengah padatnya aktivitas sekolah, sekelompok pelajar dari Cloud Team justru memilih untuk menantang diri di dunia perfilman.

Tahun ini menjadi debut pertama mereka dalam ajang Ratu Film Festival (RFF) 2025.

Pengalaman yang mereka rasakan justru jauh lebih seru daripada yang dibayangkan.

Diceritakan oleh Nadia Fatma, perwakilan tim Cloud Team, proses syuting film mereka penuh dengan kejadian lucu sekaligus berkesan.

Seperti pertama kali pegang kamera, mengatur lighting, sampai mengurus surat dispensasi sekolah dan proposal dana. Semua saling bantu.

“Kadang malah harus ulang-ulang take gara-gara nggak kuat nahan ketawa, tapi justru dari situ kami makin kompak,” tutur Nadia sambil tertawa.

Meski berawal dari rasa bingung dan serba terbatas, antusiasme tim yang mayoritas masih duduk di kelas 1 SMA ini justru terus tumbuh seiring waktu.

“Awalnya bingung banget harus mulai dari mana, ide cerita mau dibawa ke mana, pelajaran sekolah juga sempat keteteran. Tapi makin ke sini malah semangat karena pengin nunjukin hasil terbaik. Rasanya bangga bisa ikut event sebesar ini walaupun baru terbentuk sebagai tim baru,” lanjutnya.

Namun, di balik tawa dan semangat itu, perjalanan produksi film mereka juga dipenuhi tantangan nyata.

Mulai dari naskah yang bolak-balik direvisi, peralatan terbatas, hingga waktu syuting yang harus dibagi dengan jadwal sekolah.

“Bahkan kami sempat nyari alat penerangan dari senter sampai lampu TV saking minimnya peralatan. Kadang juga syuting ulang karena ada yang salah sebut dialog tapi nggak ada yang sadar. Tapi kami tetap jalan terus meski kepepet. Tetap harus total,” kata Nadia dengan penuh semangat.

Mengenai tema RFF 2025, Merayakan (tidak) Hilangnya Kepedulian, Cloud Team merasa tema ini menyentuh dan relevan dengan kehidupan sekarang.

“Temanya keren banget dan bikin kita mikir. Di zaman sekarang, orang sering terlalu sibuk sampai lupa peduli. Tema ini jadi pengingat juga buat kita semua, biar lebih peka sama sekitar,” jelasnya.

Keterlibatan Cloud Team di RFF tahun ini juga menjadi momentum kebangkitan bagi tim mereka.

Apalagi keterlibatan mereka saat diajak kakak kelas 12 karena katanya Cloud Team hampir bubar.

“Generasi kami ini kayak air yang menghidupkan hutan tandus. Selain itu bikin pembina semangat lagi dan jadi harapan baru buat tim. Jadi sekalian kami anggap ini kesempatan buat belajar dan nunjukin tekad kami yang baru mulai,” ucap Nadia.

Melalui karya perdananya, Cloud Team berharap pesan moral yang mereka angkat bisa menyentuh penonton.

Karena, mereka ingin menyampaikan kalau setiap orang punya perjuangan masing-masing yang sering tidak kelihatan.

“Kadang hal-hal kecil yang kelihatannya biasa aja justru bentuk kepedulian yang paling tulus. Penting banget buat nggak cepat menilai orang lain, karena kadang yang terlihat kuat justru paling butuh dipahami,” tutup Nadia.(sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#film #event #debut #RFF 2025