RADAR TULUNGAGUNG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung pada Rabu (22/10) malam menyebabkan tebing di Desa Gondanggunung mengalami longsor.
Material longsor menimpa dapur rumah milik salah satu warga, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Baca Juga: 27 Hari Pencarian Selesai, Seluruh 7 Korban Longsor Tambang Freeport Ditemukan Tewas
Kasi Humas Polres Tulungagung Ipda Nanang Murdiyanto menjelaskan bahwa kejadian longsor terjadi sekitar pukul 22.00, setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Peristiwa tanah longsor itu baru dilaporkan warga ke pihak kepolisian pada Kamis (23/10) pagi sekitar pukul 07.30.
“Setelah menerima laporan, tim kami bersama Muspika Kecamatan Pagerwojo dan anggota jaga langsung meninjau lokasi kejadian sekitar pukul 08.30,” ujar Ipda Nanang, ketika dikonfirmasi Jumat (24/10/2025).
Menurut hasil pengecekan di lapangan, tebing dengan panjang sekitar 15 meter, lebar 10 meter, dan tinggi 10 meter mengalami longsor.
Material tanah kemudian menimpa bagian dapur rumah milik Pardi (90), warga Dusun Takroto RT 003/RW 002, Desa Gondanggunung.
“Ukuran dapur yang terdampak sekitar 5 x 4 meter, dan diperkirakan kerugian materi mencapai sekitar Rp 2 juta. Tidak ada korban jiwa, namun sebagian bangunan dapur rusak tertimbun material longsor,” lanjutnya.
Menindaklanjuti kejadian itu, pihak kepolisian bersama Muspika dan warga sekitar langsung melakukan kerja bakti membersihkan material longsoran serta memastikan kondisi lingkungan tetap aman.
Sementara itu, Camat Pagerwojo, Setiyono, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa longsoran tergolong dalam skala ringan dan sudah dapat diatasi bersama warga.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, dan saat ini lokasi sudah dibersihkan. Namun kami tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di dekat lereng atau tebing,” ungkap Setiyono.
Ipda Nanang menambahkan, pihak kepolisian akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk mengantisipasi potensi bencana serupa, mengingat curah hujan di wilayah Tulungagung masih cukup tinggi. ****
Editor : Dharaka R. Perdana