RADAR TULUNGAGUNG – Suasana Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, tampak semarak pada Minggu (26/10/2025).
Ribuan warga memadati sepanjang jalan desa mengikuti Karnaval Syukuran Jalan, sebuah perayaan penuh kebersamaan yang menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat atas rampungnya pembangunan jalan poros utama desa yang kini tampak mulus dan indah.
Sejak siang hingga malam, karnaval menjadi magnet bagi warga. Sebanyak 68 kelompok peserta dari lembaga pendidikan dan masyarakat umum ikut tampil memeriahkan acara.
Baca Juga: Pindang Segar Khas Desa Ngentrong, Tulungagung: Potensi Kuliner dari Hasil Laut Jawa Timur
Mulai dari PAUD Pelangi, TK Utama 1, SDN 1 dan 2 Ngentrong, hingga SMA setempat, hingga grup RT dan RW semuanya menghadirkan kreativitas terbaiknya melalui atraksi seni, tarian tradisional, hingga parade kendaraan hias yang berwarna-warni.
“Karnaval ini adalah bentuk rasa syukur kami kepada Pemkab Tulungagung, terutama Bapak Bupati Gatut Sunu Wibowo, yang telah membangun jalan utama desa kami. Sekarang jalannya sudah halus dan nyaman dilalui. Warga sangat senang dan antusias,” ujar Kepala Desa Ngentrong, Samuji, saat ditemui di sela kegiatan.
Dalam prosesi pembukaan, Samuji memimpin tabur bunga di garis start yang diiringi alunan Gending Jawa dan tarian tayub dari grup kesenian desa.
Tak hanya menjadi ajang hiburan, karnaval ini juga menjadi momen kebersamaan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pemerintah desa, karang taruna, lembaga desa juga pendidikan, dan warga bergotong royong memastikan jalannya acara berjalan tertib dan meriah.
Sekretaris Desa Ngentrong, Agus Joko Budi Santoso, menyebutkan bahwa tahun ini panitia melakukan sejumlah penyempurnaan berdasarkan evaluasi kegiatan sebelumnya.
“Tahun ini kami tidak memakai panggung kehormatan agar arus peserta lebih lancar. Semua peserta bisa tampil tanpa harus menunggu lama,” jelas Agus.
Acara juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tulungagung, Forkopimcam Campurdarat, serta jajaran Koramil dan Polsek Campurdarat yang siaga mengamankan jalannya kegiatan.
Petugas linmas, TNI, dan Polri ikut mengatur arus lalu lintas agar karnaval berjalan aman dan tertib hingga malam hari.
Suasana makin meriah ketika malam tiba. Dentuman musik, lampu kendaraan hias, dan sorak penonton menciptakan pesta rakyat yang hangat dan penuh tawa. Antusiasme warga terlihat di setiap sudut desa.
Salah satunya datang dari Rina dan Cindy, peserta karnaval asal RT 5 yang tampil memukau dengan tema Apache.
“Rasanya senang sekali, kami sudah latihan jauh-jauh hari. Warganya kompak dan semangatnya luar biasa,” kata Rina.
Cindy berharap ke depan, kegiatan seperti ini bisa lebih meriah lagi. "Semoga jalan-jalan di wilayah pedalaman juga ikut diperbaiki,” ujarnya.
Kepala Desa Samuji pun mengapresiasi seluruh warga yang turut berpartisipasi. Dia sangat berterima kasih atas semangat dan kebersamaan warga.
"Karnaval ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Desa Ngentrong bersama lembaga pendidikan dan masyarakat. Tahun depan, insyaallah akan kami buat lebih meriah lagi,” ujarnya penuh semangat.
Bagi warga Tulungagung, khususnya Desa Ngentrong, karnaval ini bukan sekadar pesta rakyat, tetapi juga bukti nyata cinta masyarakat terhadap desa dan rasa syukur atas perhatian pemerintah daerah.
Dari salah satu desa di Tulungagung, semangat gotong royong warga Desa Ngentrong terus bergema menjadi energi baru bagi kemajuan desa yang tumbuh dari kebersamaan, rasa syukur, dan cinta terhadap tanah kelahiran. ****
Editor : Dharaka R. Perdana