TULUNGAGUNG – Semangat dan kepedulian terhadap isu perempuan menjadi sorotan utama karya tim Simpul Project Production dalam ajang Ratu Film Festival (RFF) 2025.
Mengusung judul women empowerment, tim ini berharap film mereka bisa menjadi cerminan kekuatan, solidaritas, dan keberanian perempuan dalam menghadapi kerasnya realitas sosial.
Renaldy Agung Pratama, perwakilan tim, mengungkapkan bahwa proses produksi film ini penuh dinamika emosional.
Apalagi hal paling menarik tentunya saat membangun emosi dan chemistry bersama para pemeran.
“Saat adegan sedih, kami harus menciptakan suasana yang tenang, sedangkan untuk adegan bahagia suasananya dibuat ceria. Untungnya, seluruh kru sangat kooperatif, sehingga syuting dapat berjalan lancar tanpa ada emosi tinggi,” ujarnya.
Meskipun waktu produksi terbilang singkat, semangat tim tak pernah surut.
Bahkan mereka sangat antusias dalam menggarap women empowerment sejak pra-produksi hingga produksi.
“Dalam satu minggu, kami menyelesaikan seluruh proses dengan komitmen penuh. Kami percaya isu solidaritas antar perempuan ini penting untuk disuarakan,” lanjutnya.
Renaldy menuturkan bahwa kendala terbesar justru muncul di tahap persiapan, bukan saat pengambilan gambar.
“Kesulitan kami lebih ke mencari pemeran yang pas, properti yang sesuai, dan lokasi yang cocok dengan naskah. Tapi puji syukur, semua bisa teratasi karena perencanaan yang matang,” katanya.
Tema RFF tahun ini, menurutnya, sangat relevan dan menyentuh.
Hal ini membuat mereka mengangkat isu KDRT secara eksplisit dan kepedulian sesama perempuan.
“Saya yakin peserta lain juga membawa isu-isu penuh makna yang sama pentingnya,” ucap Renaldy.
Menjadi peserta baru di RFF 2025, Simpul Project Production menjadikan festival ini sebagai wadah penting untuk memperluas jangkauan pesan mereka.
“Beberapa anggota kami merupakan aktivis perempuan dan anak. Melalui RFF, kami berharap karya ini bisa menyentuh lebih banyak orang dan membuka mata masyarakat akan pentingnya kepedulian terhadap sesama perempuan,” ungkapnya.
Melalui karya filmnya, tim Simpul Project Production ingin menegaskan pesan kuat tentang nilai perempuan dan solidaritas di antara mereka.
“Setiap perempuan itu berharga. Sekejam apa pun dunia yang mereka hadapi, mereka tetap bisa menjadi perempuan seutuhnya. Karena itu, kepedulian dan solidaritas antar perempuan harus terus diwujudkan,” pungkas Renaldy. (sri/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri