Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jairi Irawan dan Hamim Hidayatullah Berebut Kursi Pimpinan DPD Golkar Tulungagung, Saling Klaim Kantongi Syarat Suara Minimal

Aditya Yuda Setya Putra • Rabu, 29 Oktober 2025 | 02:51 WIB
Photo
Photo

 

TULUNGAGUNG – Persaingan menuju pucuk pimpinan DPD Partai Golkar Tulungagung mulai memanas. Dua kader, Jairi Irawan dan Muhammad Hamim Hidayatullah, resmi mendaftarkan diri sebagai calon ketua DPD.

Bahkan, keduanya sama-sama mengklaim telah mengantongi dukungan minimal suara yang disyaratkan oleh petunjuk pelaksanaan (juklak) partai. ​Proses pendaftaran kedua bakal calon itu berlangsung di kantor DPD Golkar Tulungagung pada Selasa (28/10) siang.

Ditemui usai proses pendaftaran, Jairi Irawan menyambut baik adanya kompetisi untuk memperebutkan kursi pimpinan DPD Partai Golkar Tulungagung. Menurut dia, hal ini sejalan dengan upaya Golkar untuk memastikan proses kaderisasi berjalan baik.

​"Ini khazanah Partai Golkar. Jadi Partai Golkar itu memang lebih mementingkan bagaimana prosesnya itu berjalan. Dengan banyaknya calon berarti kaderisasi di bawah semakin berjalan," kata anggota DPRD Provinsi Jatim ini.

Dia menyebut, yang akan menjadi penentu adalah proses verifikasi berkas dan pemenuhan persyaratan yang telah diatur dalam juklak partai.

​"Sehingga nanti di persyaratan itu yang akan menentukan. Apakah nanti bisa lolos ke berikutnya atau tidak," terangnya.

​Dalam juklak yang dimaksud, persyaratan minimal untuk mendaftar adalah wajib mengantongi dukungan 30 persen suara. Suara tersebut didapat dari pimpinan kecamatan, Wantimbang, organisasi sayap seperti AMPG dan KPPG, serta dukungan dari DPD Provinsi Jawa Timur dan DPD Tulungagung. Total suara yang diperebutkan adalah 24.

​Meskipun batas minimal dukungan adalah 30 persen, Jairi Irawan mengeklaim sudah melampau batas minimal perolehan suara sebagai salah satu syarat pencalonan. Yaitu, sekitar 16-17 dari total suara.

"Insya Allah 75 persen suara sudah dapat," akunya.

​Di sisi lain mantan pengurus DPD Partai Golkar Tulungagung, Muhammad Hamim Hidayatullah, menyatakan bahwa adanya persaingan adalah hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Dia berharap yang terbaik akan terpilih memimpin partai di Tulungagung.

"Namanya kita sistem demokrasi ya jadi pasti ada lawan itu biasa," ucap Hamim.

​Disinggung ihwal perolehan suaranya, Hamim juga menyatakan telah memenuhi batas minimal yang ditetapkan partai.

"30 persen lebih Insya Allah," jawabnya.

Ada motivasi khusus yang melatari keinginannya untuk maju sebagai calon ketua DPD. Yakni, latar belakangnya sebagai konsultan birokrasi dan konsultan pemerintah yang disebutnya sebagai salah satu alasan untuk menghasilkan kebijakan yang kebih baik.

"Motivasinya ya kita memberikan yang terbaik untuk memberikan perubahan ke arah yang lebih baik intinya seperti itu," bebernya. (dit)

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#tulungagung #DPD Golkar Tulungagung #golkar #partai golkar