RADAR TULUNGAGUNG – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tulungagung disorot jajaran DPRD dan Pemkab.
Transparansi dari pihak penyedia program, baik SPPG maupun BGN, dianggap perlu segera ditingkatkan, mengingat adanya sejumlah kasus keracunan makanan yang terjadi beberapa waktu lalu.
Baca Juga: SPPG Kalangan Ngunut Tulungagung Mampu Mendistribusikan Makanan Bergizi Kepada 2.763 Siswa
Ketua Fraksi Golkar DPRD Tulungagung, Asrori mengungkapkan bahwa pihaknya mendapati berbagai keluhan, termasuk di media sosisal, soal kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG.
Dia bahkan menyebut kualitas makanan tersebut belum memenuhi standar kelayakan untuk anak-anak.
Baca Juga: Tegas! BGN Hapus 1.414 Calon SPPG Program MBG yang Berhenti Beraktivitas Lebih dari 45 Hari
"Ternyata juga kalau saya melihat masih belum sempurna, belum layaklah untuk disampaikan kepada anak-anak," ungkapnya.
Merespons kondisi di lapangan yang dinilai jauh dari ideal, Fraksi Golkar mendorong agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap program ini.
Meskipun ini merupakan program yang berada di ranah pusat, namun Asrori menilai evaluasi di tingkat daerah tetap mendesak dilakukan.
"Jadi mohon untuk kiranya selanjutnya ada evaluasi dari para pihak yang berwenang untuk mengevaluasi para penyedia MBG ini. Ini kan sebenarnya ranah pusat," ucapnya.
Baca Juga: Dukung Gizi Anak Bangsa, Dapur SPPG Polres Blora Layani 2.515 Penerima Manfaat melalui Program MBG
"Tapi yang terjadi di lapangan itu kan jauh dari sempurna kalau saya yang melihat tidak perlu kita evaluasi lah. Jadi jangan jauh dari layak," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menanggapi serius kasus keracunan MBG yang sempat terjadi.
Untuk mencegah insiden serupa terulang, bupati meminta agar petugas SPPG lebih terbuka dan intens menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan di wilayah.
"Yang jelas petugas SPPG itu harus terbuka kepada stakeholder, terutama kalau di wilayah kecamatan, ya harus selalu komunikasi dengan Pak Camat, Pak Danramil, juga tokoh-tokoh yang berkepentingan terkait MBG," katanya.
Bupati juga menekankan pentingnya evaluasi dan penyempurnaan program ini secara berkelanjutan, mengingat MBG merupakan program yang ditujukan sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM melalui pemenuhan gizi di tingkat sekolah.
"Ini perlu evaluasi karena ini masih baru perlu penyempurnaan. Tapi tujuannya semuanya itu untuk kebaikan. Dan kami akan terus mengawasi kegiatan-kegiatan di MBG terutama terkait pendampingan (dari) satgas," pungkasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana