Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tim Starlit Scholars SMAN 1 Gondang Debut di RFF 2025, Wujudkan Cerita dan Kenangan

Sandy Sri Yuwana • Minggu, 2 November 2025 | 05:36 WIB
Tim Starlit Scholars saat proses syuting RFF 2025.
Tim Starlit Scholars saat proses syuting RFF 2025.

TULUNGAGUNG – Semangat baru terpancar dari Starlit Scholars, tim kreatif asal SMAN 1 Gondang Tulungagung, yang untuk pertama kalinya ikut ambil bagian dalam ajang Ratu Film Festival (RFF) 2025.

Meski masih berstatus pendatang baru, tim ini menunjukkan antusias tinggi dan kekompakan luar biasa selama proses produksi film mereka.

Layla Khasanatul Fajriyah, perwakilan tim Starlit Scholars, menceritakan pengalaman seru mereka di balik layar.

Meskipun capek, tapi seru karena semua teman aktif dan tidak ada yang cuma datang terus diam saja.

“Yang paling seru tuh vibes di lokasi. Banyak momen improvisasi, ketawa random, sampai momen serius pas ide tiba-tiba muncul,” ujarnya penuh semangat.

Meski begitu, proses syuting tidak selalu berjalan mulus.

Tantangan terbesar justru datang dari hal-hal teknis dan waktu.

Ngatur jadwal semua orang tuh lumayan susah. Belum lagi lokasi yang kadang nggak sesuai ekspektasi dan peralatan yang seadanya. Tapi justru dari situ muncul ide-ide kreatif buat nyiasatin semuanya,” jelasnya.

Menurut Layla, tema RFF tahun ini memberikan ruang luas untuk bereksplorasi.

“Temanya relate banget sama kehidupan sehari-hari, dan bikin kita mikir gimana cara nyampein pesan yang ngena ke penonton tanpa kesannya nggurui,” katanya.

Sebagai peserta baru, Starlit Scholars mengaku pengalaman ini terasa segar dan menantang.

“Karena ini pertama kali, kami masih belajar baca ritme produksi. Tapi justru itu yang bikin pengalaman ini berkesan dan bikin kami pengin push kemampuan lebih jauh,” ungkapnya.

Ada alasan istimewa di balik keputusan mereka ikut RFF 2025.

“Kami pengin buat kenangan sebelum lulus. Kebetulan sekarang kelas 12, dan RFF tuh kayak tempat yang pas buat membuktikan. Ini loh karya kami, dan kami serius di sini,” tutur Layla.

Melalui karya mereka, tim Starlit Scholars ingin menyampaikan pesan mendalam tentang makna kehidupan dan empati.

“Kami ingin menyampaikan kalau setiap orang punya cerita yang valid untuk diceritakan. Kadang yang kelihatan sepele justru punya dampak besar. Harapannya, penonton bukan cuma nonton, tapi ikut merasa dan bisa mengambil amanatnya,” tutupnya.(sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#film #produksi #Cerita #RFF 2025