TULUNGAGUNG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung sejak Sabtu (1/11/2025) siang menyebabkan bencana tanah longsor di beberapa titik.
Tercatat, longsor terjadi di Desa Nglurup, Desa Nyawangan, dan Desa Tugu, yang berada di kawasan dataran tinggi Tulungagung ini.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini mengakibatkan kerusakan fasilitas umum dan terputusnya akses jalan antar desa di kawasan memiliki potensi alam luar biasa di Tulungagung ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tulungagung, Robinson Pasaroan Nadeak, melalui Pusdalops BPBD Tulungagung, Muhamad Noval Hamami, menjelaskan bahwa kondisi cuaca di wilayah tersebut saat ini (2/11/2025) masih berawan, namun dampak hujan deras masih terasa di sejumlah lokasi rawan bencana.
“BPBD Tulungagung telah menerima laporan kejadian tanah longsor di tiga desa di Kecamatan Sendang. Petugas segera melakukan monitoring dan assessment di lokasi,” terangnya.
Dia menjelaskan rincian kejadian bencana alam yang terjadi di Kecamatan Sendang pada Sabtu (1/11/2025) sore hingga malam tersebut.
Yang pertama terjadi di Desa Nglurup. Sekitar pukul 17.30, tanah milik warga bernama Dasuki di Dusun Kalirejo RT 01 RW 02 mengalami longsor.
Material tanah menutup jalan penghubung antara Dusun Kalirejo dan Dusun Pokolimo. Volume longsoran diperkirakan sepanjang 5 meter dengan tinggi 5 meter dan ketebalan 2 meter.
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian longsor di Desa Nglurup ini," terangnya.
Dia melanjutkan, di Desa Nyawangan, longsor terjadi sekitar pukul 19.00 dan menyebabkan jalan penghubung antara Desa Nyawangan dan Desa Picisan terputus.
Volume material longsoran cukup besar, yakni panjang 30 meter, tinggi 20 meter, dan ketebalan 10 meter. Tidak ada korban jiwa dilaporkan.
Baca Juga: Ratusan Warga Tumplek Blek Ikuti Night Garuda Run di Tulungagung
"Ini yang paling parah, karena jalan antar desa putus. Namun masih ada sedikit jalan yang hanya bisa dilalui sepeda motor," lanjutnya.
Kemudian longsor selanjutnya terjadi di Desa Tugu. Di sini, longsor juga melanda beberapa rumah warga.
Rumah Mbah Marsini di Dusun Kalimati mengalami kerusakan pada dinding samping, sedangkan rumah Djupri di Dusun Sumber terdampak pada bagian dinding dan teras.
Sementara itu, rumah Sumari di Dusun Tugu mengalami longsor pada bagian kamar mandi dan plengsengan belakang. "Total kerusakan bervariasi, dan seluruhnya tanpa korban jiwa," tambahnya.
BPBD Tulungagung bersama perangkat desa setempat langsung bergerak cepat melakukan penilaian lapangan (assessment) serta memberikan bantuan logistik kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
Selain itu, tim juga melakukan monitoring wilayah rawan bencana melalui media sosial, grup komunikasi, dan radio VHF untuk mempercepat koordinasi.
“Untuk saat ini, kami fokus membuka akses jalan dan memastikan keamanan lingkungan sekitar. Warga diminta tetap waspada mengingat potensi hujan masih tinggi. Kejadian ini juga telah telah disampaikan kepada Bupati Tulungagung, Wakil Bupati, Sekda, serta BPBD Provinsi Jawa Timur," pungkasnya. (sri)
Editor : Didin Cahya Firmansyah