Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sosok Sinuhun PB XIII di Mata Anggota PAKASA Pang Tulungagung, Sosok Sabar dan Rendah Hati yang Menjaga Warisan Luhur Jawa

Dharaka R. Perdana • Senin, 3 November 2025 | 03:39 WIB

Sosok Sinuhun Pakubuwono XIII
Sosok Sinuhun Pakubuwono XIII

RADAR TULUNGAGUNG – Kabar duka dari Surakarta turut mengguncang hati keluarga besar trah Paku Buwono yang tersebar di berbagai daerah.

Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, wafat pada Minggu (2/11/2025) sekitar pukul 07.30 WIB di RS Indriati Solo Baru, dalam usia 77 tahun.

Bagi keluarga besar Paguyuban Kawula Karaton Surakarta (Pakasa) Tulungagung, kabar kepergian sang raja menjadi kehilangan yang amat mendalam.

Baca Juga: Sosok KGPAA Hamangkunegoro, Putra Mahkota Keraton Surakarta di Tengah Harapan dan Sorotan Publik, Pernah Lontarkan Hal Kontroversial

“Tadi sekitar pukul 08.20 WIB saya dikabari salah satu saudara dari trah Paku Buwono di Karaton Surakarta. Beritanya membuat keluarga besar Paku Buwono dan seluruh kerabat di keraton sangat terkejut dan terpukul,” tutur R. Ngt. Intan Permata Sari, penasihat Pakasa Tulungagung.

Menurut Intan, Sri Susuhunan PB XIII wafat setelah menjalani masa perawatan panjang akibat komplikasi penyakit.

“Selama ini memang kondisi Eyang Sinuhun sudah lama sakit dan memiliki beberapa komplikasi. Namun, kami semua tidak pernah menyangka akan secepat ini,” ujarnya dengan suara bergetar.

Baca Juga: Keluarga Besar Wangsa Mataram Berduka, Keraton Yogyakarta dan Pura Mangkunegaran Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pakubuwono XIII

Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan di Astana Raja-Raja Mataram Imogiri, Yogyakarta, pada Rabu, 5 November 2025, setelah seluruh prosesi adat keraton diselesaikan.

Sosok Panutan yang Lembah Manah

Bagi Intan dan keluarga besar Pakasa Tulungagung, PB XIII bukan sekadar raja, melainkan sosok panutan dan teladan kebajikan.

“Beliau adalah pemimpin yang sabar, lembah manah (rendah hati), dan selalu menjaga tutur kata. Eyang Sinuhun menjadi figur yang meneduhkan bagi seluruh trah dan abdi dalem,” kenangnya.

Baca Juga: Prakiraan Rute Prosesi Pemakaman Pakubuwono XIII, Dimulai dari Keraton Menuju Loji Gandrung Sebelum ke Imogiri Yogyakarta

Ia menambahkan, di mata masyarakat Tulungagung yang tergabung dalam Pakasa, PB XIII dikenal sebagai tokoh yang selalu mendorong pelestarian nilai-nilai budaya Jawa.

“Eyang bersama adik-adiknya adalah penjaga warisan luhur adat dan tradisi yang bersumber dari Karaton Surakarta Hadiningrat. Beliau tidak pernah lelah menekankan pentingnya menjaga tata krama, unggah-ungguh, dan rasa hormat antarsesama,” ujarnya.

Duka dan doa mengalir dari keluarga besar Pakasa Tulungagung. Intan menyampaikan bahwa seluruh sentono dalem (keluarga keraton) dan abdi dalem yang berada di Tulungagung akan menggelar doa bersama untuk mendoakan arwah sang raja.

“Mugi Eyang Sinuhun PB XIII husnul khotimah, pinaringan swarga langgeng, lan mugi-mugi Gusti Allah maringi kekiyatan dhumateng putra dalem, wayah dalem, rayi dalem, lan kaluwarga besar trah Paku Buwono lan Karaton Surakarta Hadiningrat ingkang ditilaraken,” ucap Intan.

Baca Juga: Jenazah Sinuhun Pakubuwono XIII Akan Dimakamkan di Imogiri pada Rabu Mendatang, Wajib Kenakan Beskap Hitam

Baginya, wafatnya PB XIII menjadi penanda berakhirnya satu bab penting dalam sejarah panjang Kasunanan Surakarta.

“Beliau bukan hanya pemimpin, tapi juga penjaga warisan spiritual dan budaya Jawa. Kehilangan ini sangat dalam bagi kami,” pungkasnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat #Pakubuwono XIII #pakasa tulungagung