RADAR TULUNGAGUNG – Upaya penanganan material tanah longsor di jalan utama Tulungagung–Trenggalek, tepatnya di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, terus dilakukan.
Kegiatan pembersihan yang melibatkan unsur Forkopimcam, TNI, BPBD, Damkar, serta warga setempat ini sempat terkendala cuaca hujan deras dan kabut tebal yang turun sejak Sabtu (1/11/2025) malam.
Camat Pagerwojo Setiono menjelaskan, proses pembersihan dilakukan secara gotong royong sejak pagi hingga petang.
Namun, hujan intens yang mengguyur kawasan atas mengakibatkan lumpur turun kembali ke jalan, sehingga aktivitas pembersihan sempat dihentikan sementara.
“Pembersihan sempat terkendala hujan deras. Lumpur turun lagi dan menyebabkan tumpukan baru di badan jalan. Kami bersama TNI, BPD, dan Damkar terus berupaya membersihkan lokasi, terutama di sekitar SDN 2 Kradinan yang sempat tertutup lumpur,” ujar Setiono, Minggu (2/11/2025).
Menurutnya, peristiwa longsor pertama terjadi pada Jumat (31/10/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, setelah hujan deras mengguyur wilayah itu selama hampir empat jam.
Namun, pada Sabtu malam, terjadi longsor susulan yang memperparah kondisi jalan dan menutup sebagian akses utama antarwilayah.
Tanpa bantuan dari berbagai pihak, kami tidak bisa berbuat banyak. Karena tebalnya material lumpur, pembersihan dilakukan menggunakan alat berat dari Dinas PUPR.
Selain pembersihan jalan, pemerintah kecamatan bersama BPBD juga menyalurkan bantuan sembako dan terpal kepada enam kepala keluarga (KK) yang terdampak lumpur di wilayah perbatasan Desa Kradinan dan Pagerwojo.
“Ada enam rumah warga yang terkena imbas lumpur. Tidak parah, tapi pekarangan mereka tertutup material. Bantuan sembako dan terpal sudah disalurkan oleh BPBD. Besok mereka juga ikut gotong royong pembersihan,” imbuh Setiono.
Untuk mencegah longsor susulan, pihak kecamatan berencana menggandeng pemerintah desa menanam pohon berakar kuat di area lereng yang rawan pergerakan tanah. Langkah ini diharapkan mampu menahan erosi dan mengurangi risiko bencana serupa.
“Karena wilayah Pagerwojo merupakan daerah rawan longsor, kami imbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas, terutama di jalan utama penghubung antar desa. Cuaca ekstrem masih berpotensi menimbulkan longsoran baru,” pungkas Setiono.
Hingga Minggu malam, jalan penghubung Pagerwojo–Trenggalek sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat, meski pengendara diminta tetap waspada karena kondisi jalan masih licin akibat sisa lumpur.
Pembersihan lanjutan dijadwalkan berlanjut Senin pagi dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. ****
Editor : Dharaka R. Perdana