RADAR TULUNGAGUNG - Di Tulungagung, ada satu hal yang tak terlihat namun sangat dirasakan angin selatan.
Bagi warga, terutama petani dan nelayan, angin ini bukan sekadar hembusan dari laut. Ia seperti pesan alam yang membawa tanda tentang perubahan musim, hasil panen, hingga kondisi laut.
Baca Juga: Pantai di Pucanglaban Tulungagung Ini Konon Mirip Hawaii, Tapi Lebih Sepi dan Murah, Ada yang Tahu?
Ketika angin selatan mulai berembus, udara terasa sedikit lebih lembap dan asin. Dari sawah hingga pesisir, orang-orang sudah tahu, inilah pertanda cuaca akan berganti.
Para petani mulai menyiapkan lahan, sementara nelayan menimbang-nimbang apakah laut aman untuk berlayar.
Tak ada ramalan cuaca modern cukup dengan merasakan “rasa” angin yang datang dari arah pantai.
Baca Juga: 5 Pantai di Tulungagung Punya Tebing Mirip Bali, Tapi Suasananya Lebih Sepi dan Murah
Bagi sebagian warga tua, angin selatan dianggap memiliki “jiwa”. Ada yang bilang ia membawa ketenangan, ada pula yang percaya ia membawa peringatan.
Saat anginnya kencang, mereka akan berkata, “Laut sedang bicara.” Saat anginnya lembut, itu artinya musim sedang bersahabat.
Di balik keseharian yang sederhana, angin selatan Tulungagung menyimpan filosofi bahwa alam punya cara sendiri untuk berkomunikasi, dan manusia yang bijak adalah mereka yang mau mendengarkannya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana