RADAR TULUNGAGUNG - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Tulungagung resmi membuka Festival Pangan Tulungagung 2025 yang mengusung tema “Pangan Kuat, Masa Depan Hebat” pada Kamis (6/11) malam.
Kegiatan yang digelar di halaman kantor OPD yang berada di Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol, itu menjadi momentum penting memperingati Hari Pangan Sedunia sekaligus HUT Ke-820 Tulungagung.
Pembukaan berlangsung semarak dengan kehadiran Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin yang secara simbolis memukul kentongan dan pemberian bantuan beras kepada warga lansia didampingi jajaran forkopimda, ketua TP PKK kabupaten Tulungagung, kepala OPD, serta perwakilan desa dan UMKM dari seluruh kecamatan.
Baca Juga: Jawa Tengah Genjot Inovasi Pendidikan Vokasi untuk Jadi Penopang Utama Pangan dan Industri Nasional
Acara juga disiarkan serentak melalui Zoom meeting ke seluruh wilayah kecamatan di Tulungagung.
Dalam sambutannya, Wabup Ahmad Baharudin menyerukan agar seluruh elemen masyarakat bersatu memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dia menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menjaga stabilitas dan ketersediaan bahan pangan di Tulungagung.
“Ketersediaan pangan yang cukup adalah kunci masyarakat Tulungagung tetap aman, damai, dan sejahtera. Kalau kebutuhan pangan tercukupi, maka gejolak sosial bisa dihindari. Mari kita satukan langkah untuk Tulungagung maju, wujudkan Pangan Kuat, Masa Depan Hebat,” tegasnya.
Festival Pangan yang berlangsung hingga 8 November 2025 itu menjadi wadah strategis menjaga keseimbangan harga, baik di tingkat produsen maupun konsumen.
Selain menekan inflasi, kegiatan ini juga mempermudah masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibanding pasaran.
Sementara itu, Kepala DKP Tulungagung Agus Suswantoro menjelaskan bahwa festival ini merupakan pengembangan dari program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang selama ini rutin digelar di tiap kecamatan.
Bedanya, tahun ini kegiatan dikemas lebih kreatif dengan menonjolkan sektor kuliner, produk lokal, dan inovasi UMKM Tulungagung.
"Festival ini bertujuan menjaga stabilitas harga, memperkuat promosi kuliner daerah, serta meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM. Kami ingin makanan lokal Tulungagung tetap eksis dan menjadi ikon kebanggaan daerah," jelas Agus.
Beragam komoditas unggulan lokal dipamerkan dalam festival ini, mulai dari beras, minyak goreng, gula, sayur, ikan, telur, hingga produk olahan khas Tulungagung.
Semua dipasok oleh pelaku usaha dan petani lokal guna memperkuat rantai pasok serta mendukung ekonomi daerah.
Acara pembukaan juga diwarnai dengan prosesi pengguntingan pita oleh Ketua TP PKK Tulungagung, Endang Dwi Retnowati, dilanjutkan dengan peninjauan stan kuliner lokal dan bazar pangan murah.
Agus menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga instrumen pengendalian inflasi dan edukasi pangan sehat bagi masyarakat.
"Kami mengajak warga Tulungagung memanfaatkan festival ini sebaik-baiknya. Beli produk lokal, cintai pangan daerah, dan jadikan kegiatan ini wadah kebersamaan untuk ketahanan pangan kita bersama,” ujarnya.
Festival Pangan Tulungagung 2025 turut dihadiri Ketua DPRD Tulungagung, jajaran forkopimda, kepala OPD, forkompimcam Sumbergempol, para kepala desa, serta ratusan pelaku UMKM dan warga dari seluruh kecamatan.
Dengan semangat kolaborasi, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap festival ini menjadi simbol kemandirian pangan dan kebangkitan ekonomi lokal. Sejalan dengan visi “Pangan Kuat, Masa Depan Hebat” menuju Tulungagung yang tangguh dan sejahtera. ****
Editor : Dharaka R. Perdana