Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terinspirasi Mentor, Khilman Rofi' Azmi, Dosen UIN SATU Tulungagung Raih MUDA30 Awards 2025

Aditya Yuda Setya Putra • Sabtu, 8 November 2025 | 17:38 WIB
Khilman Rofi
Khilman Rofi

TULUNGAGUNG - Dunia akademik kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini datang dari dosen muda asal Tulungagung, Khilman Rofi' Azmi. Dosen di UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung ini baru saja mendapatkan penghargaan MUDA30 Awards 2025 yang diinisiasi oleh Pijar Foundation berkat inovasinya di bidang kesehatan mental.

​Penghargaan tersebut diraih Azmi berkat inovasinya di bidang kesehatan mental, sebuah platform digital bernama My Counselor Indonesia. Platform ini dirintisnya sejak tahun 2021 dan dinilai memberikan dampak signifikan, khususnya dalam isu kesehatan mental yang semakin disadari oleh masyarakat, terutama generasi muda.

Baca Juga: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga, OJK Pantau Perlambatan Ekonomi Global

​Azmi menjelaskan bahwa platform yang ia gagas adalah sebuah inovasi di bidang kesehatan mental.

"Ini adalah inovasi dalam bidang kesehatan mental. Kami menyediakan sebuah platform digital untuk mempertemukan antara ahli, dalam hal ini adalah psikolog, konselor, dengan klien-klien yang mempunyai gejala atau mungkin gangguan kesehatan mental," ujar Azmi.

​Inovasi ini lahir dari kesadaran bahwa perhatian terhadap kesehatan mental semakin meningkat. Menurutnya, generasi muda saat ini, yakni generasi Z dan generasi alfa, yang dinilai makin perhatian mengenai isu tersebut.

"Karena gen-Z hari ini dan juga generasi alfa sangat aware tentang kesehatan mental itu sendiri," lanjutnya.

Baca Juga: Per Oktober, 102.956 Batang Rokok Ilegal Disita di Tulungagung, Kerugian Negara Capai Ratusan Juta Rupiah

​Platform My Counselor Indonesia yang diusung oleh Azmi didesain memiliki fungsi ganda. Selain sebagai sarana kuratif atau responsif, platform ini juga bersifat preventif melalui layanan-layanan yang tersedia.

"Sehingga platform ini adalah platform yang sifatnya adalah preventif tapi bisa sama juga secara kuratif atau secara responsif menanggulangi kesehatan mental yang ada di masyarakat," jelasnya.

​Pencapaian Azmi dalam ajang MUDA30 Awards 2025 tidak terjadi tiba-tiba. Sebelumnya, dia mengikuti serangkaian seleksi dan program di Jakarta. Ia mengatakan proses awalnya adalah saat Lembaga Administrasi Negara (LAN) mencari ASN-ASN muda yang progresif.

"Proses awalnya LAN sedang mencari ASN-ASN muda yang mereka progresif yang kemudian seleksi hanya 30 yang berangkat ke Jakarta waktu itu di akhir tahun 2024. Namanya Reforms Academy," terangnya.

​Setelah mengikuti Reforms Academy, dia diminta untuk mengajukan inovasi tertentu. Azmi kemudian mengajukan inovasi My Counselor Indonesia yang sudah dia jalankan. Dari 450 peserta dari seluruh Indonesia, Azmi masuk 50 finalis dan kemudian terpilih sebagai salah satu dari 30 pemuda penerima penghargaan.

​Azmi menilai bahwa salah satu faktor yang membawanya masuk dalam daftar MUDA30 Awards 2025 adalah inisiatifnya di luar fokus pekerjaan utama sebagai ASN.

"Mungkin masih jarang, terutama di daerah, yang dia PNS atau ASN yang kemudian dia tidak berfokus hanya pada dunia kerjanya aja. Tapi dia itu punya inisiatif lain di luar itu," katanya.

​Di balik capaian ini, Azmi secara terbuka mengungkapkan adanya sosok inspiratif yang sangat memengaruhinya. Yaitu, rektor UIN SATU Tulungagung yang telah mengizinkannya untuk mengikuti program ini di tengah kesibukan sebagai dosen.

"Jujur saja saya terinspirasi dari sosok yang hari ini saya alhamdulillah bisa bekerja bersama. Beliau adalah rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Bapak Prof Dr Abdul Aziz MPdI," ungkapnya.

"Jadi menurut saya Pak Aziz itu sangat menginspirasi, tokoh inspirasi saya," terangnya.

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#pijar foundation #dosen #UIN Satu Tulungagung #tulungagung #UIN