RADAR TULUNGAGUNG – Hari kedua gelaran Ekrafaganza 2025 yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata atau Disbudpar Tulungagung berkolaborasi dengan Radar Tulungagung berlangsung sangat meriah.
Selain bazar produk ekonomi kreatif dan kompetisi esport yang tetap berjalan, kegiatan kali ini semakin semarak dengan digelarnya Festival Band Kreatif dan Music Clinic bertajuk “Tulungagung Music Harmony” di halaman GOR Lembu Peteng Tulungagung, sejak Sabtu pagi hingga malam hari (8/11).
Antusiasme masyarakat Tulungagung dan sekitarnya terlihat tinggi sejak pagi hari. Penonton dan peserta memadati area acara untuk menyaksikan penampilan 21 grup band yang tampil bergantian di atas panggung.
Mereka datang dari berbagai daerah, tak hanya dari Tulungagung, Kediri, dan Trenggalek, tapi juga dari kota lain seperti Sidoarjo dan Surabaya.
Festival ini menjadi wadah bagi para musisi lintas generasi untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menyalurkan kreativitas di bidang musik.
Baca Juga: MTsN 3 Tulungagung Punya Gawe, Panen Raya dan Resmikan Studio Podcast plus Musik
Para peserta beradu kemampuan bermusik dengan gaya dan karakter masing-masing, memperlihatkan semangat pelaku ekonomi kreatif di sektor musik yang terus berkembang di daerah.
Sebagai guest star, Rere Grasrock turut memeriahkan acara. Ia mengapresiasi penyelenggaraan festival ini karena mampu menjadi wadah positif bagi para musisi lokal.
“Para pemusik harus menikmati sajian agar musik yang mereka bawakan bisa sampai ke hati penonton. Acara seperti ini bisa jadi semangat untuk melestarikan musik dan mengasah kreativitas anak bangsa,” ujar Rere.
Baca Juga: Jenis Musik Asli Indonesia Ini Masih Tetap Menggema di Era Modernisasi
Salah satu peserta, Arvan NB, musisi senior asal Tulungagung yang pernah malang melintang di dunia musik lokal, mengaku senang bisa kembali tampil di ajang festival band.
“Buat kami, acara seperti ini jadi ajang nostalgia. Selain berkompetisi, kami juga bisa kangen-kangenan sama teman-teman seperjuangan waktu dulu sering ngeband,” ungkapnya.
Gelaran hari kedua Ekrafaganza ini menjadi bukti bahwa musik masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Tulungagung.
Melalui kegiatan kreatif seperti festival band, semangat kolaborasi dan apresiasi terhadap karya anak muda di bidang musik terus tumbuh dan hidup di bumi Gayatri. ****
Editor : Dharaka R. Perdana