Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Menelusuri Misteri Homo Wajakensis di Tulungagung, Fosil Manusia Purba Asia Modern Tertua Terungkap

Iqbal Pangestu • Kamis, 13 November 2025 | 03:50 WIB

Homo Wajakensis, fosil Manusia Purba yang menunjukkan ciri campuran Mongoloid dan Australomelanesoid.
Homo Wajakensis, fosil Manusia Purba yang menunjukkan ciri campuran Mongoloid dan Australomelanesoid.

RADAR TULUNGAGUNG - Kabupaten Tulungagung di Jawa Timur menjadi lokasi penemuan penting dalam sejarah evolusi manusia Asia.

Fosil yang ditemukan adalah Homo Wajakensis, yang merupakan Manusia Purba jenis Homo sapiens tertua.

Penemuan Homo Wajakensis ini menunjukkan bahwa Tulungagung telah dihuni sejak zaman prasejarah.

Homo Wajakensis dianggap sebagai nenek moyang langsung dari manusia modern.

Baca Juga: Mencintai Sejarah Lewat Pameran Temporer Museum, Pemkab Tulungagung Targetkan Cinta Budaya Lokal ke Siswa

Fosil Homo Wajakensis pertama kali ditemukan oleh van Rietschoten pada tanggal 24 Oktober 1888.

Lokasi penemuan tepatnya berada di lereng pegunungan karst Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Van Rietschoten menjabarkan fosil tengkorak ditemukan saat eksplorasi pertambangan marmer.

Penemuan awal terjadi di sebuah ceruk di lereng pegunungan karst di barat laut Kecamatan Campurdarat.

Baca Juga: Ribuan Cagar Budaya Belum Tersimpan, Pemkab Tulungagung Rencanakan Perluas Museum Daerah Tahun Depan

Fosil pertama, yang disebut Wajak-1, diduga milik perempuan berusia 30 tahun. Meskipun kondisi tengkorak hancur, terdapat empat gigi geraham yang masih menempel di rahangnya.

Eugene Dubois kemudian melanjutkan ekskavasi di lokasi penemuan yang sama pada tahun 1890. Dubois berhasil menemukan spesimen kedua (Wajak-2) serta fragmen berbagai jenis mamalia.

Selain itu, Dubois menemukan fosil Hoekgrot atau red painted skeleton di gua yang disebut eastern corner cave. Ia juga menemukan spesimen fragmental tulang manusia di Kecil Site atau Western Cave.

Homo wajakensis diperkirakan hidup pada masa Pleistosen Akhir. Periode hidupnya sekitar 40.000 hingga 20.000 tahun yang lalu.

Temuan ini menunjukkan bahwa sekitar 40.000 tahun yang lalu Indonesia sudah didiami Homo sapiens. Rasnya sukar dicocokkan dengan ras pokok yang ada sekarang sehingga dianggap ras tersendiri.

Dubois menduga Homo Wajakensis termasuk ras Australoide. Ia diduga bernenek moyang Homo Soloensis dan menurunkan bangsa Aborigin di Australia.

Fosil perempuan memiliki ciri muka yang datar dan lebar, serta akar hidung yang lebar. Volume otaknya cukup besar, sekitar 1.630 cc.

Baca Juga: Asal Usul Tulungagung: Dari Ngerowo hingga Kota Seribu Warung Kopi, Ternyata Ini Makna di Balik Namanya!

Sementara fosil laki-laki menunjukkan perlekatan otot yang sangat nyata. Dari tulang pahanya, diperkirakan tinggi tubuhnya mencapai 173 cm.

Manusia Wajak telah memiliki kemampuan yang lebih maju daripada Homo erectus. Mereka mampu membuat peralatan batu yang lebih kompleks, seperti kapak genggam dan pahat.

Mereka hidup secara berkelompok kecil dengan cara berburu dan meramu. Mereka juga telah mampu berburu hewan besar seperti banteng, rusa, dan babi hutan.

Penemuan ini sangat penting karena mengukuhkan peradaban kuno di Asia. Tulungagung kini diakui sebagai daerah tertua yang pernah dihuni manusia prasejarah.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#tulungagung #fosil #manusia purba #Homo Wajakensis