Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dua Kursi Pimpinan OPD di Tulungagung Sepi Peminat, Dinkes dan RSUD dr Iskak Belum Ada Pelamar, Kepala BKPSDM Bilang Begini

Aditya Yuda Setya Putra • Kamis, 13 November 2025 | 06:28 WIB

Kepala BKPSDM Kabupaten Tulungagung, Soeroto
Kepala BKPSDM Kabupaten Tulungagung, Soeroto

RADAR TULUNGAGUNG – Proses lelang terbuka enam jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama atau eselon II di lingkungan Pemkab Tulungagung masih terus berlangsung.

Namun, hingga 10 November 2025, dua posisi strategis di sektor kesehatan Tulungagung masih nihil pendaftar.

Baca Juga: Pemkab Tulungagung Segera Membuka Lelang Jabatan Kursi Pimpinan 6 OPD yang Masih Lowong, Libatkan Tim dari Unej

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tulungagung, Soeroto, mengungkapkan bahwa dari total enam jabatan yang dilelang, baru sekitar sepuluh aparatur sipil negara (ASN) yang mendaftar. Namun animo pendaftar tidak merata di setiap posisi.

“Sudah ada sekitar sepuluh pelamar, tapi dua formasi memang belum ada yang mendaftar, yaitu untuk jabatan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Direktur RSUD dr Iskak,” terang Soeroto, Senin (10/11).

Baca Juga: Kekosongan Kursi Pimpinan OPD Jadi PR Besar Pemkab Tulungagung, Bupati Gatut Sunu: Kami Isi Secepatnya

Ia menjelaskan, dua jabatan tersebut memang memiliki kriteria khusus yang membatasi jumlah pelamar potensial.

Posisi di sektor kesehatan mensyaratkan latar belakang pendidikan di bidang kesehatan, meski tidak harus berprofesi sebagai dokter.

Baca Juga: Bupati Tulungagung Tunjuk Delapan Pejabat sebagai Pelaksana Tugas di OPD, Berikut Nama-nama Mereka

“Latar belakangnya tetap harus dari kesehatan. Bisa dokter, bisa juga sarjana kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, jabatan lain seperti Kepala Dinas Sosial (Dinsos) dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) justru cukup diminati.

Baca Juga: Siapkan Skema Open Bidding untuk Isi 8 OPD Lowong

Bahkan, salah satu pelamar dari luar daerah, tepatnya dari Mojokerto, turut mendaftar dan memilih dua posisi tersebut. “Dari Mojokerto ada satu orang yang ikut mendaftar, memilih Dinsos dan Disbudpar,” ujarnya.

Meski dua posisi krusial di bidang kesehatan masih kosong, Soeroto tetap optimis seluruh formasi akan terpenuhi sebelum penutupan pendaftaran pada 17 November mendatang.

“Insya Allah sesuai dengan harapan kita semua agar pengisian seleksi terbuka JPT Kabupaten Tulungagung bisa berjalan baik dan lancar,” tegasnya.

Sesuai aturan, setiap formasi jabatan minimal harus memiliki tiga pelamar. Jika hingga batas waktu penutupan jumlahnya belum mencukupi, BKPSDM akan memperpanjang masa pendaftaran selama tujuh hari.

“Kalau masih kurang dari tiga pelamar, pengumumannya akan diperpanjang lagi tujuh hari,” tambahnya.

Enam posisi yang tengah dilelang antara lain: Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Inspektur, dan Direktur RSUD dr. Iskak.

Tahapan seleksi administrasi akan berakhir pada 17 November, disusul pengumuman hasil pada 19 November, dan seleksi kompetensi jabatan pada 21–22 November. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#lelang terbuka #JPT #pratama #jabatan pimpinan tinggi