RADAR TULUNGAGUNG – Upaya penanganan krisis air bersih di Tulungagung akhirnya membuahkan hasil nyata.
Sebanyak 22 titik sumur bor lengkap dengan sarana dan prasarana pendukungnya resmi rampung dibangun di 12 kecamatan di Tulungagung.
Program ini menjadi bentuk kolaborasi antara kepedulian sosial dan semangat gotong royong yang berawal dari kepedulian Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi terhadap warga terdampak kekeringan pada pertengahan tahun 2024.
“Sampai saat ini ada 22 sumur di 12 kecamatan. Ini sebenarnya berangkat dari ketika di pertengahan 2024, banyak berita tentang kekeringan di berbagai desa di Tulungagung. Waktu itu saya berinisiatif menyalurkan bantuan air bersih menggunakan tanki, sebanyak 100 tangki air,” jelasnya.
Menurut dia, dari aksi sosial itu, muncul dukungan dari seorang dermawan asal Jakarta yang kemudian berkomitmen membantu mewujudkan solusi yang lebih permanen.
“Saya sempat bercerita bahwa rencana awal hanya akan membangun tiga sumur, tapi masih mencari anggaran. Beliau kemudian menawarkan bantuan, dan akhirnya terbangunlah 22 sumur ini. Jadi pembangunan sumur bor ini bukan dari dana pribadi saya, bukan juga dari anggaran Polri, tapi dari donatur atau dermawan,” ungkapnya.
Baca Juga: Hujan di Musim Kemarau Memang Membingungkan, Tapi 10 Rekomendasi Makanan Ini Tetap Siap Menemani
Pembangunan sumur bor ini dimulai sejak 19 September 2024 hingga 11 November 2025, melibatkan sejumlah instansi dan unsur Forkopimcam.
AKBP Muhammad Taat Resdi menambahkan, peresmian lima sumur terakhir dipusatkan di Kecamatan Tanggunggunung.
“Pada Selasa (11/11), kita resmikan di Tanggunggunung. Di sana satu sumur, tapi prasasti empat lainnya juga akan kita tanda tangani di lokasi itu. Jadi total ada 22 sumur yang sudah tuntas, tersebar di 12 kecamatan,” ujarnya.
Baca Juga: Kemarau Basah, 652 Hektare Lahan Pertanian Padi di Tulungagung Diserang Wereng,
Ia berharap, keberadaan sumur bor ini dapat menjadi solusi jangka panjang agar masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih di musim kemarau.
“Harapannya ini bisa benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, sehingga krisis air bersih di musim kemarau bisa terhindari. Bahkan desa-desa yang pada 2024 mengalami kekeringan, tahun ini Alhamdulillah tidak lagi,” terang Kapolres.
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengungkapkan komitmen sang donatur, Christian, yang akan terus membantu wilayah-wilayah lain yang masih mengalami kekeringan di Tulungagung.
“Beliau tetap akan komit membantu daerah-daerah yang memang kekeringan. Polres akan terus memfasilitasi agar bantuan ini bisa menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Selain Polres Tulungagung, pembangunan sumur bor juga melibatkan dukungan lintas sektor.
Baca Juga: Musim Kemarau Bisa Picu Api Kapan Saja, Begini Cara Mengantisipasinya
Hadir dalam peresmian antara lain Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Erwin Novianto, Plt Kepala Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Hari Prastijo, perwakilan BPBD Tulungagung, Ketua Bhayangkari Tulungagung, serta jajaran Forkopimcam Tanggunggunung.
Program ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan solusi berkelanjutan menghadapi krisis air bersih di Tulungagung.
"Dengan adanya program sumur bor ini, daerah di Tulungagung yang tadinya sering terjadi kekeringan, kini sudah tidak kekeringan lagi," pungkasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana