RADAR TULUNGAGUNG – Tim gabungan dari BGN, Bappeda, PUPR, dan BPKAD melakukan peninjauan langsung ke lokasi rencana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung pada Kamis (13/11).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan titik pembangunan sesuai rencana tanpa mengganggu fungsi lapangan yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Camat Tanggunggunung, Deddy Eka Purnama menjelaskan bahwa lokasi yang menjadi opsi pembangunan SPPG berada di lapangan depan Kantor Kecamatan Tanggunggunung.
Lapangan tersebut merupakan aset Pemkab Tulungagung yang kerap dipakai untuk kegiatan kolosal warga, seperti upacara dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.
“Kami perlu turun langsung untuk melihat titik yang paling tepat, agar kepentingan semua pihak tetap terakomodasi. Lapangan ini kan digunakan oleh masyarakat, jadi penempatannya harus benar-benar dipertimbangkan,” ujar Deddy.
Menurutnya, penilaian kelayakan lokasi masih menunggu hasil tim teknis dari Pemkab, termasuk dari Badan Keuangan Daerah (BKD) dan Dinas PUPR.
Deddy menambahkan bahwa kontur lahan yang miring menjadi salah satu poin teknis yang harus dianalisis lebih lanjut.
“Kami hanya meninjau kondisi di lapangan. Soal layak atau tidaknya, itu nanti tim dari kabupaten yang menentukan. Alternatifnya bisa dikeruk atau diratakan, tapi itu ranah teknis,” ungkapnya.
Hingga kini Tanggunggunung memang belum memiliki program MBG (Makan Bergizi Gratis) maupun fasilitas SPPG.
Baca Juga: Legislator Tulungagung Soroti Kelayakan MBG, Bupati Gatut Sunu Minta SPPG Transparan
Karena itu, pihak kecamatan terus berkoordinasi dengan PU untuk menentukan titik pembangunan sekaligus menyosialisasikannya kepada warga dan para kepala desa.
Pada Jumat (14/11), Camat Tanggunggunung kembali mendampingi rekam rekan tim PUPR untuk survei lanjutan dan pengukuran lokasi.
Respons masyarakat disebut cukup antusias, namun mereka berharap lapangan tetap dapat difungsikan sebagaimana mestinya.
“Harapannya SPPG bisa berdiri, tapi lapangan juga tetap tersedia untuk aktivitas masyarakat. Kalau pun berkurang, semoga tidak signifikan,” jelas Deddy.
Deddy menyebut bahwa tantangan terbesar dalam proses ini adalah memberikan pemahaman kepada seluruh warga Tanggunggunung.
Kekhawatiran warga terutama terkait kemungkinan berkurangnya area lapangan jika sebagian digunakan untuk program MBG dan pembangunan SPPG.
Baca Juga: SPPG Kalangan Ngunut Tulungagung Mampu Mendistribusikan Makanan Bergizi Kepada 2.763 Siswa
“Warga takut kalau lapangan terpakai terlalu banyak, nanti kegiatan masyarakat tidak punya tempat. Maka kami harus memastikan komunikasinya jelas,” tegasnya.
Jika terwujud, SPPG akan memberi manfaat bagi sekitar 2.700 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Tanggunggunung, mulai dari SD, MI, SMP, MTs hingga SMA. Program ini juga diharapkan membuka lapangan kerja dan memperkuat pemenuhan gizi siswa.
"Ini program nasional dan tentu kami mendukung. Harapan kami, pembangunan bisa berjalan, masyarakat tetap punya lapangan, dan manfaat SPPG dapat dirasakan maksimal," pungkas Deddy. ****
Editor : Dharaka R. Perdana