RADAR TULUNGAGUNG – Fenomena motor brebet akibat penggunaan bahan bakar jenis Pertalite yang sempat ramai di Jawa Timur ternyata tidak berdampak besar terhadap penjualan Pertalite di Tulungagung.
Sejumlah SPBU di Tulungagung memastikan konsumsi Pertalite masyarakat tetap tinggi dan kini sudah kembali normal setelah sempat turun tipis dua minggu lalu.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pembelian Pertalite di beberapa SPBU di Tulungagung berjalan stabil.
Nasikin (25), Operator SPBU Pertamina 54.662.04 yang terletak di Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung mengungkapkan bahwa penurunan hanya terjadi sesaat ketika isu tersebut mencuat. “Waktu isu itu memang sempat turun sedikit, tapi sekarang sudah normal kembali,” ujarnya.
Selain itu, Nasikin menjelaskan di SPBU tersebut juga telah menjalani pemeriksaan dari Pertamina, hasilnya menunjukkan Pertalite yang dijual masih dalam kondisi baik dan sesuai standar.
Ia menambahkan, saat isu muncul justru sempat terjadi peningkatan pembelian Pertamax karena sebagian masyarakat khawatir, namun hal tersebut tidak berlangsung lama.
Baca Juga: Detik-Detik Kecelakaan Maut di Jalan Pahlawan Tulungagung Terekam CCTV SPBU, Dua Pemotor Tewas
Kondisi serupa terjadi di SPBU 54.662.30 yang berada di Karangwaru. Lukman Dwi Nurdiansyah, Manajer SPBU, menyebut isu motor brebet sempat berdampak kecil terhadap penjualan, namun tidak signifikan.
Hingga kini, volume penjualan Pertalite maupun Pertamax di SPBU tersebut tetap stabil. "Kalau sekarang di SPBU kami cenderung normal," jelasnya.
Ia memastikan pihaknya selalu menjaga kualitas bahan bakar dengan melakukan pemeriksaan rutin setiap hari.
Setiap pagi, petugas melakukan pengecekan kadar air pada tangki timbun, memantau densitas minyak agar tetap dalam batas toleransi, serta memastikan kejernihan bahan bakar untuk menghindari campuran yang tidak seharusnya. Pemeriksaan tersebut juga didokumentasikan sebagai bagian dari pengawasan mutu harian.
Selain itu, SPBU juga menyiapkan mekanisme pelaporan bagi konsumen yang mengalami kendala setelah pengisian, termasuk bantuan untuk mengajukan klaim ke Pertamina apabila ditemukan bukti kuat adanya masalah pada bahan bakar.
Dengan langkah antisipasi tersebut, masyarakat Tulungagung kini bisa kembali tenang. Fakta ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Pertalite masih tinggi, sekalipun sempat muncul kekhawatiran di sejumlah daerah lain. ****
Editor : Dharaka R. Perdana