RADAR TULUNGAGUNG – Penanganan masalah drainase di wilayah perkotaan Tulungagung terus digeber.
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Tulungagung mengeklaim seluruh proyek penanganan drainase yang menjadi tanggung jawab mereka di empat kelurahan telah rampung dan kini memasuki tahap finishing atau penyelesaian akhir.
Kabid Cipta Karya, Laeli Rahmawati menjelaskan, penanganan infrastruktur saluran air di kawasan perkotaan Tulungagung tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak.
“Jadi kalau untuk penanganan drainase di wilayah perkotaan ini memang yang menangani bisa dari PUPR bisa, dari dinas perkim, bahkan bisa juga dari (pemerintah) kelurahan,” ungkapnya.
Dia menambahkan, disperkim fokus pada perbaikan drainase yang berada di kawasan permukiman warga. Untuk tahun ini, ada empat kelurahan yang menjadi target utama program disperkim.
“Yang ditangani dari perkim itu khususnya ada di wilayah permukiman. Dan untuk tahun 2025 ini yang ditangani dari perkim ada empat Kelurahan,” terangnya.
Empat titik yang menjadi sasaran perbaikan drainase tersebar di Kelurahan Tamanan, Kelurahan Jepun, Kelurahan Kampungdalem, dan Kelurahan Karangwaru.
Laeli menegaskan seluruh pengerjaan fisik di lokasi tersebut sudah selesai direalisasikan. “Alhamdulillah sudah terealisasi semua. Memang baru selesai penanganan. Tentu masih butuh untuk finishing-finishing,” imbuhnya.
Proyek drainase di empat kelurahan tersebut mencakup panjang saluran yang bervariasi. Laeli merinci total panjang saluran air yang dibangun dalam program ini.
“Yang pasti untuk panjang yang terbangun ini juga ada seperti Tamanan sekitar 987 meter lari, kemudian Jepun 136,8 meter, Kampungdalem 140,4 meter, Karangwaru 220,8 meter lari,” tutupnya.
Itu artinya, panjang total saluran yang dibangun mencapai lebih dari 1.485 meter yang diharapkan dapat mengatasi persoalan genangan air di kawasan permukiman, khususnya di lingkar kota. ****
Editor : Dharaka R. Perdana