RADAR TULUNGAGUNG - Seekor hiu paus tutul (Rhincodon typus) alias cucut geger lintang ditemukan terdampar dan dalam kondisi mati di Pantai Bayem, Desa/Kecamatan Besuki, Tulungagung, Selasa (19/11) siang.
Plt Kasi Trantib Kecamatan Besuki, Cholief Hadi Siswanto, menjelaskan bahwa temuan hewan laut dilindungi tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 13.00.
Selanjutnya, warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Besuki sekitar pukul 13.30. “Setelah kami menerima laporan, petugas bersama instansi terkait langsung melakukan identifikasi di lokasi,” jelas Cholief.
Dari pemeriksaan, diketahui bahwa hewan yang terdampar tersebut merupakan hiu paus tutul, spesies yang mendapatkan perlindungan penuh berdasarkan Kepmen KP Nomor 18 Tahun 2013.
Hasil identifikasi lanjutan mencatat hiu paus tersebut detail ukurannya memiliki panjang 8,5 meter, lebar 2 meter, jenis kelamin betina, dengan berat diperkirakan sekitar 5 ton, dan ditemukan warga dalam kondisi mati
Cholief menambahkan, petugas telah melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi, termasuk BPSPL, untuk menentukan langkah penanganan bangkai hiu paus tersebut.
Baca Juga: Bangkai Paus Balin di Pantai Nglarap Tulungagung Mulai Membusuk, Penyebab Kematian Tidak Diketahui
“Alternatif evakuasi sementara adalah melakukan penguburan di lokasi menggunakan alat berat,” ujarnya.
Namun, dia juga menjelaskan proses evakuasi sempat menemui sejumlah kendala. “Karena ukurannya yang sangat besar, bangkai masih berada di bibir pantai dan membutuhkan alat berat agar dapat segera ditangani,” imbuhnya.
Apa Itu Hiu Paus?
Hiu paus atau cucut geger lintang merupakan hewan terbesar yang masih hidup di dunia, di luar paus. Ukuran rata-rata hewan dewasa diperkirakan sekitar 9,7 meter (31,8 ft) dan seberat 9 ton.
Baca Juga: Ini Kekhasan Paus Balin dibanding Paus Bergigi, Bertubuh Raksasa dan Mampu Migrasi Ribuan Kilometer
Spesimen terbesar yang dapat diverifikasi, adalah yang tertangkap pada 11 November 1947, di Karachi, Pakistan.
Panjangnya sekitar 12,65 meter (41,50 ft) dan beratnya lebih dari 21,5 ton, sementara lingkar badannya sekitar 2,1 meter (6,9 ft).
Tidak jarang kisah-kisah mengenai geger lintang yang berukuran jauh lebih besar, engan panjang hingga 18 meter (59 ft) dan berat hingga 45,5 ton – tetapi sejauh ini tidak ada bukti-buktinya secara ilmiah.
Sebagai pemakan plankton, yang memperoleh mangsanya dengan menyaring air laut, hiu paus memiliki mulut yang berukuran besar, hingga selebar 15 meter (49,2 ft) yang berisikan 10 lembaran penyaring dan sekitar 300 hingga 350 deret gigi kecil-kecil.
Ikan ini juga memiliki lima pasang insang berukuran besar. Dua mata yang kecil terletak di ujung depan kepalanya yang datar dan lebar.
Warna tubuhnya umumnya keabu-abuan dengan perut putih; tiga gigir memanjang terdapat di masing-masing sisi tubuhnya, serta lukisan bintik-bintik dan garis kuning keputih-putihan yang membentuk pola kotak-kotak.
Pola bintik-bintik yang mengesankan sebagai taburan bintang itu bersifat khas untuk masing-masing individu, dan acap digunakan dalam perhitungan populasi.
Kulitnya hingga setebal 10 sentimeter (3,9 in) dengan sirip punggung dan sirip dada masing-masing sepasang.
Baca Juga: Fakta Menarik Paus Orca, si Paus Pembunuh yang Ternyata Ramah untuk Manusia
Pada hewan muda, sirip ekornya lebih panjang yang sebelah atas; sementara pada hewan dewasa sirip ini lebih berbentuk seperti bulan sabit.
Hiu ini mengembara di samudra tropis dan lautan yang beriklim hangat, dan dapat hidup hingga berusia 70 tahun. Spesies ini dipercaya berasal dari sekitar 60 juta tahun yang lalu. ****
Editor : Dharaka R. Perdana