RADAR TULUNGAGUNG — Malam penghargaan Gebyar Inovasi dan Teknologi (GIGA Fest) Kabupaten Tulungagung Tahun 2025 menjadi momentum yang penuh haru, bangga, sekaligus inspiratif.
Diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Tulungagung pada Kamis malam (20/11) di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa, ajang ini menghadirkan para inovator terbaik daerah.
Salah satu yang bersinar paling terang ialah SMPN 2 Sendang, yang berhasil meraih penghargaan kategori Inovasi Bidang Pendidikan berkat program unggulan GEMASS (Gerakan Makan Sayur Sehat).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, kepada Kepala SMPN 2 Sendang, Herlin Mardiana, M.Pd.
Suasana Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa yang hangat seolah menjadi saksi bagaimana sebuah gerakan sederhana dapat membuahkan perubahan besar dan menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan daerah.
Dalam keterangannya, Herlin tak bisa menyembunyikan rasa bangga dan harunya. Baginya, penghargaan ini bukan sekadar piagam, melainkan pengakuan atas kerja keras panjang seluruh warga sekolah dalam memperjuangkan pola hidup sehat di kalangan pelajar.
“Ini adalah apresiasi tertinggi bagi kami. GEMASS bukan sekadar program, tetapi gerakan yang berhasil membentuk kebiasaan baru. Anak-anak kini tak hanya mengenal sayur sebagai makanan sehat, tetapi menjadikannya bagian dari kehidupan mereka,” tuturnya.
Menurut Herlin, keberhasilan GEMASS terletak pada pendekatan humanis. Program ini tidak memaksa siswa, melainkan mengajak mereka melalui edukasi gizi, challenge makan sayur.
Hingga keterlibatan komite sekolah dalam menyiapkan menu sehat yang menarik. Hasilnya, kebiasaan makan sayur tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga mulai terbawa ke rumah.
Herlin menekankan bahwa keberhasilan GEMASS terjadi berkat kolaborasi seluruh elemen pendidikan guru, siswa, orang tua, hingga komite sekolah.
Komite menjadi mitra strategis yang memastikan program berjalan konsisten sekaligus menjembatani komunikasi dengan orang tua.
“Penghargaan ini adalah buah kerja bersama. Tanpa dukungan total para guru dan komite juga siswa, program ini tidak akan menjadi budaya sekolah seperti sekarang,” jelasnya.
BRIDA Tulungagung menilai GEMASS sebagai inovasi pendidikan yang sangat relevan di era modern, terutama terkait kebutuhan kesehatan anak.
Program ini sejalan dengan arah pembangunan SDM berkualitas yang dicanangkan pemerintah daerah.
Baca Juga: Warga Sendang Tulungagung Meninggal di Persawahan, Saksi Lihat Korban Tertutup Tumpukan Daun Tebu
SMPN 2 Sendang tidak berpuas diri dengan prestasi yang diraih. Saat ini, sekolah tersebut sedang mengembangkan E-GEMASS Reporting, platform digital untuk memantau konsumsi sayur siswa secara berkala.
Platform ini akan membantu sekolah dalam mengevaluasi program sekaligus memperkuat akuntabilitas dan keberlanjutan inovasi.
Selain itu, GEMASS juga akan diintegrasikan dengan unsur kewirausahaan siswa melalui produk olahan sayur.
Herlin menyebut langkah ini sebagai upaya memperluas manfaat program sekaligus membekali siswa dengan keterampilan praktis.
Herlin berharap pemda dapat mendorong replikasi GEMASS di sekolah-sekolah lain di Tulungagung. Menurutnya, budaya hidup sehat seharusnya menjadi gerakan bersama, bukan hanya program satu sekolah.
“Jika semua sekolah menerapkan pola hidup sehat secara konsisten, kita akan melahirkan generasi yang lebih kuat, cerdas, dan berkarakter,” ujarnya.
Herlin juga menyampaikan pesan menyentuh kepada para siswa dan guru. Bagi siswa, ia mengajak mereka terus melanjutkan kebiasaan sehat yang telah dijalankan.
Untuk guru, ia memberikan apresiasi atas dedikasi tanpa lelah dalam mendampingi perubahan di sekolah.
Dengan raihan penghargaan GIGA Fest 2025, SMPN 2 Sendang membuktikan bahwa inovasi yang lahir dari kepedulian dapat membawa perubahan besar.
GEMASS bukan hanya gerakan makan sayur, ini adalah gerakan membangun masa depan yang sehat, kuat, dan berkarakter bagi generasi Tulungagung,” tandasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana