RADAR TULUNGAGUNG — Kandung Festival 2025, sebuah gelaran budaya dan UMKM di halaman kantor Kecamatan Rejotangan, Tulungagung berlangsung meriah.
Acara ini menjadi salah satu agenda utama peringatan Hari Jadi ke-820 Kabupaten Tulungagung yang mengusung semangat “Tulungagung Bersatu, Satukan Langkah untuk Tulungagung Maju.”
Kegiatan dibuka dengan meriah dan dihadiri unsur Forkopimcam Rejotangan, meliputi Camat Rejotangan, Kapolsek Rejotangan, Danramil Rejotangan beserta istri, para kepala desa sekretariat desa dan ketua BPD se-Kecamatan Rejotangan beserta istri, tokoh agama, tokoh masyarakat, UKSP, dan perwakilan Kemenag wilayah Rejotangan.
Kehadiran lengkap lintas sektoral tersebut menjadi simbol kuatnya dukungan terhadap pengembangan budaya dan ekonomi kerakyatan.
Camat Rejotangan, Didi Jarot Widodo Nursamsu, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kandung Festival merupakan agenda tahunan yang sempat terhenti saat pandemi COVID-19, dan kini kembali dihidupkan untuk memperkuat potensi desa melalui kolaborasi budaya dan ekonomi masyarakat.
“Festival ini tidak hanya untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Kolaborasi budaya dan UMKM mampu membuka peluang kerja, memperkuat jejaring, dan memperluas akses informasi bagi pelaku usaha,” ujarnya.
Menurut dia, setiap desa di Kecamatan Rejotangan memiliki ragam potensi yang perlu ditonjolkan. Melalui festival ini, pemerintah kecamatan memberikan ruang bagi UMKM dan kelompok seni untuk menampilkan identitas serta karya terbaik mereka kepada masyarakat luas.
Kandung Festival 2025 menampilkan 20 stan, terdiri dari 16 stan UMKM desa, 3 stan dari lembaga pendidikan, serta 1 stan dari organisasi Fatayat. Pemerintah kecamatan juga melibatkan pedagang kaki lima agar perputaran ekonomi semakin merata.
Camat mengatakan fasilitas diberikan secara penuh untuk membantu pelaku UMKM memperluas pemasaran dan meningkatkan interaksi dengan publik.
Baca Juga: Turnamen Tenis Bupati Cup XII Resmi Dibuka, Meriahkan Hari Jadi Ke 820 Kabupaten Tulungagung
“Kami ingin agar UMKM tidak hanya hidup, tetapi berkembang sesuai kemampuan dan karakter desa masing-masing,” jelasnya.
Keberadaan festival ini diharapkan menjadi wadah promosi, edukasi, serta ruang kolaborasi antara pelaku seni, UMKM, dan masyarakat.
Rangkaian pentas seni dihadirkan selama dua malam berturut-turut dengan susunan acara yang rapi dan variatif.
Acara dimulai pukul 18.00 WIB dengan pra acara pembuka oleh MC dan dilanjutkan dengan: Tari Anak PAUD Rejotangan, nyanyi dari SDN 1 Rejotangan, dan penampilan elekton (2 lagu).
Pada sesi pembukaan umum pukul 19.00 WIB, rangkaian resmi digelar melalui: Menyanyikan Indonesia Raya, Reog Gendang, dan sambutan Camat Rejotangan Didi Jarot Widodo.
Bagian akhir malam pertama diisi oleh dua tampilan dari MTsN 3 Rejotangan dan ditutup dengan elekton hingga 20.15 WIB.
Camat Rejotangan menyampaikan apresiasi terimakasih nya kepada seluruh kepala desa, perangkat, karang taruna kecamatan, serta pemuda-pemudi lintas sektoral yang terlibat aktif dalam kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa semangat kolaborasi menjadi kunci utama keberhasilan Kandung Festival.
“Tema festival tahun ini adalah Kolaborasi Kebudayaan dengan Pelaku UMKM. Sinergi ini menjadi dasar untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan membangun identitas budaya,” ujarnya.
Dengan tingginya antusias masyarakat, pemerintah kecamatan menargetkan agar Kandung Festival tetap menjadi agenda tahunan yang konsisten dilaksanakan.
“Kami berharap festival ini terus menjadi ruang kreatif, ruang ekonomi, sekaligus ruang silaturahmi bagi seluruh masyarakat Rejotangan,” tutup Camat. ****
Editor : Dharaka R. Perdana