RADAR TULUNGAGUNG - Dampak angin kencang yang menerjang Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung pada Jumat (21/11) siang ternyata cukup merata.
Hingga Sabtu (22/11), BPBD Tulungagung mencatat sebanyak 82 rumah rusak ringan hingga sedang di dua dusun, menjadikan peristiwa ini salah satu kejadian cuaca ekstrem dengan kerusakan paling luas di wilayah tersebut sepanjang bulan ini.
Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Robinson Parsaoran Nadeak menyebutkan bahwa pendataan terbaru menunjukkan kerusakan tersebar di Dusun Manggisan dan Dusun Kudusan.
Seluruh rumah yang terdampak mengalami kerusakan ringan pada bagian atap akibat terpaan angin kuat disertai hujan intensitas ringan hingga sedang.
Baca Juga: Angin Kencang Porak-Porandakan Atap Rumah Warga di Tulungagung, Warga Dilanda Kepanikan
Di Dusun Manggisan, tercatat 61 rumah rusak ringan dengan rincian sebagai berikut, RT 01 RW 02 sebanyak 21 rumah; RT 02 RW 02 sebanyak 3 rumah; RT 02 RW 03 sebanyak 2 rumah; RT 04 RW 03 sebanyak 10 rumah; RT 03 RW 03 sebanyak 18 rumah; RT 01 RW 03 sebanyak 7 rumah.
Sementara itu, Dusun Kudusan mencatat 21 rumah rusak ringan, meliputi, RT 02 RW 02 sebanyak 14 rumah; RT 01 RW 03 sebanyak 6 rumah; RT 03 RW 03 sebanyak 1 rumah.
BPBD memastikan bahwa seluruh data tersebut masih bersifat sementara dan dapat bertambah seiring proses asesmen di lapangan.
"Meski kerusakan tergolong ringan, sebarannya yang luas membuat sejumlah warga harus melakukan perbaikan mendesak pada bagian atap, terutama yang jebol atau lepas diterjang angin" terangnya.
Baca Juga: Alasan Orang Suka Tidur dengan Kipas Angin Menyala, Ternyata Menyimpan Dampak Negatif bagi Kesehatan
Sore hari setelah pendataan, BPBD Tulungagung langsung mengirimkan bantuan kebutuhan dasar berupa paket sembako serta terpal untuk penutup sementara rumah warga yang atapnya rusak.
Bantuan ini diharapkan membantu warga menjalani masa pemulihan awal sambil menunggu perbaikan lanjutan.
Di sisi lain, BPBD Tulungagung tetap melaksanakan monitoring di berbagai wilayah rawan bencana melalui media sosial, jaringan WA, dan radio komunikasi VHF.
Tim juga melakukan asesmen pada lokasi tanah longsor sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada karena potensi angin kencang dan hujan lebat masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana