Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

HUT ke-80 PGRI, Bupati Tulungagung Gatut Sunu: Guru Digugu lan Ditiru

Aditya Yuda Setya Putra • Kamis, 27 November 2025 | 00:21 WIB
Bupati Gatut Sunu Wibowo menyampaikan sambutan di acara HIT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional, Rabu (26/11).
Bupati Gatut Sunu Wibowo menyampaikan sambutan di acara HIT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional, Rabu (26/11).

TULUNGAGUNG – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-80 PGRI di Tulungagung tahun ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial belaka, melainkan menjadi momentum peringatan keras bagi organisasi profesi guru agar segera melakukan introspeksi diri secara menyeluruh.

​Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, meminta agar seluruh pemangku kepentingan, khususnya para guru dan pengurus PGRI, menjadikan momen ini sebagai titik balik untuk berbenah dan mengevaluasi kinerja organisasi agar lebih mengutamakan prinsip-prinsip yang baik dan amanah.

​"Hari ini hari yang sangat baik, hari yang sangat luar biasa. Karena di hari ini kita memperingati HUT guru di seluruh Indonesia, juga memperingati hari PGRI yang ke-80. Semoga di hari yang baik ini, semua stakeholder, terutama guru juga PGRI, bisa berbenah diri, bisa intropeksi," ujar Gatut.

​Dia juga mewanti-wanti agar kebijakan yang diambil benar-benar murni representasi kehendak guru secara umum, bukan didasarkan pada keinginan segelintir pihak yang memiliki kepentingan pribadi.

​"Tentunya harus amanah, tidak secara teoritis saja, tetapi prakteknya di lapangan harus bisa dilaksanakan sesuai kehendak guru, bukan oknum," tegasnya.

​Lebih lanjut, orang nomor satu di Pemkab Tulungagung tersebut menekankan pentingnya penyelarasan kegiatan PGRI agar benar-benar berpihak pada kesejahteraan dan pengembangan seluruh tenaga pendidik di Kota Marmer tanpa adanya tendensi pengkotak-kotakan atau favoritisme.

​Gatut mengingatkan bahwa organisasi harus menaungi seluruh elemen, bukan hanya golongan tertentu saja.

​"PGRI juga bisa menyelaraskan agar kegiatannya benar-benar pro kepada guru. Bukan terhadap kelompok tertentu, akan tetapi mengatasnamakan semua guru di seluruh Kabupaten Tulungagung. Itu yang perlu ditegaskan," sambungnya.

​Di sisi lain, Gatut juga menyinggung masalah alur birokrasi dan komunikasi yang dinilai mutlak untuk diperbaiki. Itu agar terjadi koordinasi intensif dalam setiap pergerakan atau kegiatan yang membawa nama korps pendidik.

​"Segala kegiatan yang urusan dengan guru apapun motivasinya, Bupati selaku kepala daerah harus selalu komunikasi intens. Apapun harus didiskusikan secara baik karena bupati adalah pembina guru," paparnya.

​Melalui penataan kembali pola komunikasi dan pembersihan organisasi dari kepentingan oknum, Gatut berharap marwah tenaga pendidik dapat kembali tegak lurus sebagai teladan di tengah masyarakat.

​"Sehingga ke depan guru ini bisa digugu lan ditiru," tegasnya. (dit)

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#tulungagung #pgri #hari guru nasional #gatut sunu wibowo #bupati tulungagung