Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dikenal Tahan Banting, Jejak Perantau Tulungagung Kota Kecil Pemasok Tenaga Terampil ke Berbagai Kota Besar

Yoga Dany Damara • Sabtu, 29 November 2025 | 19:28 WIB

Mereka mungkin jauh dari kampung halaman,tapi setiap hasil pekerjaan mereka adalah jejak kecil Tulungagung di kota-kota besar Indonesia
Mereka mungkin jauh dari kampung halaman,tapi setiap hasil pekerjaan mereka adalah jejak kecil Tulungagung di kota-kota besar Indonesia

RADAR TULUNGAGUNG - Tulungagung mungkin bukan pusat industri raksasa atau kota yang selalu tampil di berita nasional.

Namun, ada satu hal yang sulit dibantah kota kecil ini adalah “pemasok” tenaga terampil dan pekerja ulet ke berbagai kota besar di Indonesia.

Dari Malang, Surabaya, Jakarta, hingga Kalimantan nama Tulungagung hadir melalui tangan-tangan pekerja yang diam-diam tapi pasti memberi warna di banyak sektor.

Baca Juga: 5 Makanan Khas Tulungagung Ini Bisa Jadi Obat Rindu Perantau

Mengapa bisa begitu?

1. Kota yang Membentuk Mental ‘Tahan Banting’

Warga Tulungagung tumbuh di lingkungan yang mengajarkan kesederhanaan dan kerja keras sejak kecil. Banyak yang mengenal istilah: “arep mangan ya kudu nyambut gawe” kalau ingin hidup, ya harus berusaha.

Filosofi itu tertanam dari keluarga, dari sawah, dari pasar pagi, dari bengkel rumahan, hingga dari ritme kota yang tidak pernah benar-benar tergesa, tetapi tidak pernah malas.

Baca Juga: 5 Manfaat Tidur Siang untuk Anak yang Wajib Diketahui Orang Tua, Ini Durasi yang Disarankan

Di sinilah mental tahan banting itu lahir.Ketika merantau, ritme cepat kota besar justru mereka anggap sebagai kesempatan, bukan tekanan.

2. Terlatih Hidup Efisien dan Tidak Manja

Warga Tulungagung terbiasa mengelola hidup dengan hemat, rapi, dan efisien. Modal ini sangat bernilai di perantauan.

Mereka tidak kaget dengan kontrakan sederhana, tidak mengeluh tentang transportasi yang jauh, dan tidak merengek ketika pekerjaan menuntut banyak waktu.

Keuletan semacam ini membuat mereka cepat diterima di lingkungan kerja mana pun.

Baca Juga: Fenomena Penjual Rujak Cingur Keliling di Tulungagung, Suarar Khas yang Bikin Orang Tahu Pedagang Datang

3. Budaya Lokal: Kerja Senyap, Hasil Nyata

Orang Tulungagung jarang suka pamer. Bekerja halus, pelan, tapi pasti.Itulah kenapa mereka sering dipercaya untuk posisi yang butuh ketelitian: tukang bangunan yang pekerjaannya rapi, teknisi yang telaten, perawat yang lembut, pekerja pabrik yang disiplin, hingga profesional muda yang stabil dan bisa diandalkan.

Banyak atasan di kota besar yang mengenal satu ciri:“Kalau orang Tulungagung, biasanya kerjanya alus tapi rampung.”

4. Kebiasaan Belajar Otodidak

Dari bengkel-bengkel kecil, industri marmer rumahan, hingga warung-warung yang kreatif, warga Tulungagung terbiasa mempelajari keterampilan secara otodidak.

Mereka terbiasa memegang alat, memperbaiki berbagai hal, mencoba bisnis kecil-kecilan, dan bereksperimen.

Kebiasaan inilah yang membuat mereka cepat adaptif saat masuk lingkungan kerja baru.

5. Kekuatan Jaringan "Sak Desa"

Uniknya, perantau Tulungagung tidak pernah berangkat sendiri. Selalu ada saudara, tetangga, atau teman satu desa yang lebih dulu merantau dan siap membantu.

Jaringan ini seperti “agen informal” yang mengalirkan kesempatan kerja dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Satu orang bekerja di proyek bangunan di Jakarta membawa lima orang dari kampungSatu orang sukses buka warung di Kalimantan membuka jalan untuk sepupunya.

Satu orang bekerja di pabrik di Bekasi merekrut teman se-RT. Ini bukan hanya solidaritas ini ekosistem kerja yang tumbuh alami.

6. Identitas yang Tetap Melekat Meski Jauh

Meski sukses di luar, perantau Tulungagung jarang lupa asal-usulnya. Mereka pulang saat Lebaran, membantu pembangunan masjid, atau ikut menghidupkan ekonomi kampung.

Di tanah perantauan, mereka membawa karakter Tulungagung:ramah, datar, tidak neko-neko, tapi kokoh.

Tulungagung mungkin terlihat tenang dan sederhana. Namun dari kota kecil inilah lahir para perantau yang memberi kontribusi besar di kota besar.

Keberhasilan mereka bukan kebetulan, melainkan buah dari budaya kerja yang dibentuk sejak kecil ketekunan, kesabaran, gotong royong, dan kecerdikan dalam hidup.

Mereka mungkin jauh dari kampung halaman,tapi setiap hasil pekerjaan mereka adalah jejak kecil Tulungagung di kota-kota besar Indonesia. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #perantau #pekerja