RADAR TULUNGAGUNG - Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung–Trenggalek mendadak macet panjang hingga 2,5 jam, Jumat pagi (28/11).
Sebuah truk tangki bernomor polisi AG 9462 UT terguling di Desa/Kecamatan Besuki, Tulungagung.
Dugaan kuat, truk tersebut mengangkut solar bersubsidi yang akan disalurkan ke wilayah selatan Tulungagung.
Kecelakaan tunggal terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Solar sempat tumpah ke selokan.
Beberapa warga bahkan kedapatan mengumpulkan solar menggunakan botol air mineral berukuran 1,5 liter.
“Tadi pagi sopirnya sudah tidak ada. Warga sebagian ambil satu botol solar yang tumpah di selokan JLS,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Sebelum petugas tiba, sopir diduga sudah meninggalkan lokasi kejadian.
Informasi sementara menyebutkan pengemudi mungkin berada di rumah sakit, namun belum ada kepastian.
Baca Juga: PII Jatim Gowes ke JLS, Kenang Karya Sekaligus Sosialisasikan UU Keinsinyuran
Kanit Turjawali Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Sumarno saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
Menurut dia, begitu ada laporan, petugas langsung bergerak membantu evakuasi dengan menyiapkan derek dan kendaraan towing.
Namun evakuasi tidak bisa dilakukan cepat karena posisi truk yang cukup menyulitkan.
Bus pariwisata dan kendaraan barang terpaksa menunggu hingga jalur benar-benar aman.
Baru setelah eskavator didatangkan, truk berhasil dievakuasi. Jalur JLS akhirnya bisa dilalui kembali.
“Alhamdulillah evakuasi sudah selesai. Untuk selanjutnya, truk dibawa ke kantor Unit Gakkum,” kata Ipda Marno.
Hal yang mencurigakan, truk tangki tersebut tidak memiliki identitas perusahaan pengangkut.
Padahal, secara umum kendaraan pengangkut bahan bakar memiliki penanda jelas, termasuk nama PT atau asal muatan.
Baca Juga: JLS Sine Tulungagung, Pesona Laut Selatan dan Tumbuhnya Potensi Ekonomi Lokal
Saat ditanya soal isi tangki, Marno membenarkan bahwa truk mengangkut solar.
“Kelihatannya penuh, mungkin sekitar 3 ribu liter. Tapi belum tahu apakah solar bersubsidi atau bukan,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih menyelidiki legalitas solar yang dibawa, termasuk identitas sopir maupun pemilik truk tujuan distribusi bahan bakar.
“Untuk pengemudi belum ada. Informasi sementara di RSU, nanti dicek lebih lanjut,” tandasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana