Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Aktivis di Tulungagung Gelar Aksi Simpatik Peringati Hari AIDS Sedunia, Lakukan Longmarch dan Membagikan Bunga, Tegaskan ODHA Punya Kesempatan Sama

Sandy Sri Yuwana • Senin, 1 Desember 2025 | 22:04 WIB

Sejumlah aktivitas peduli HIV/AIDS di Tulungagung menggelar long march memperingati 1 Desember.
Sejumlah aktivitas peduli HIV/AIDS di Tulungagung menggelar long march memperingati 1 Desember.

RADAR TULUNGAGUNG – Peringatan Hari AIDS Sedunia di Tulungagung yang jatuh 1 Desember hari ini diwarnai aksi simpatik berupa long march dan pembagian bunga oleh sejumlah aktivis, mahasiswa, serta kelompok peduli HIV/AIDS, Senin (1/12/2025).

Dengan berjalan kaki dari kawasan Dekopinda mengelilingi Alun-Alun Tulungagung, para peserta membawa spanduk berisi ajakan menghentikan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Aksi tersebut kemudian dilanjutkan dengan membagikan bunga dan lembar informasi mengenai HIV/AIDS kepada para pengguna jalan di simpang empat TT Tulungagung.

Baca Juga: Orang dengan HIV/AIDS di Tulungagung Masih Penuh Stigma Negatif, KPA: Mereka Butuh Dukungan, bukan Dijauhi

Langkah ini dimaksudkan untuk menyampaikan pesan edukatif secara langsung kepada masyarakat.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung, Ifada Nur Rohmania, menegaskan bahwa peringatan Hari AIDS Sedunia bukan sekadar agenda tahunan.

Menurut dia, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa isu HIV/AIDS masih membutuhkan perhatian serius.

Baca Juga: Kasus HIV AIDS di Tulungagung Meningkat di Kalangan Remaja dan Ibu Rumah Tangga

“Ini bukan kegiatan seremonial. Kami ingin masyarakat tetap sadar bahwa risiko HIV/AIDS nyata dan penting bagi mereka yang berisiko untuk melakukan tes,” ujar Ifada.

Ia menambahkan, stigma terhadap ODHA masih kerap muncul, sehingga edukasi publik tetap dibutuhkan.

Ifada juga menekankan bahwa ODHA memiliki hak yang sama untuk hidup layak tanpa diskriminasi.

Baca Juga: Tulungagung Targetkan 2030 Nol Infeksi Baru HIV/AIDS, KPA Dorong Edukasi Dini

Ia berharap masyarakat semakin memahami bahwa penanggulangan HIV/AIDS merupakan upaya bersama antara pemerintah dan warga.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, menyebut pemerintah daerah terus memperluas upaya skrining HIV.

Tidak hanya kelompok berisiko tinggi, pemeriksaan kini menyasar remaja hingga ibu rumah tangga.

“Sejak 2006 hingga sekarang ada sekitar 4.350 kasus yang tercatat. Setiap tahun temuan baru berada di kisaran 350 kasus, dan sekitar 20 persen di antaranya merupakan remaja,” jelas Desi.

Ia menegaskan bahwa pemeriksaan rutin dan perubahan perilaku menjadi kunci untuk menekan penularan lebih lanjut. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #1 desember #hari aids sedunia