Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tulungagung Djadoel Sempat Mendapat Kritikan Tajam dari Masyarakat, Bupati Janji Bakal Evaluasi untuk Selanjutnya

Aditya Yuda Setya Putra • Selasa, 2 Desember 2025 | 06:50 WIB

Acara Tulungagung Djadoel yang kemarin berakhir sempat mendapat kritikan dari masyarakat. (TANGKAPAN LAYAR VIDEO FACEBOOK)
Acara Tulungagung Djadoel yang kemarin berakhir sempat mendapat kritikan dari masyarakat. (TANGKAPAN LAYAR VIDEO FACEBOOK)

RADAR TULUNGAGUNG - Event Tulungagung Djadoel yang baru saja usai ternyata sempat mendapat sorotan dari masyarakat.

Alasannya kurang menonjolnya unsur masa lalu atau jadul dalam event yang baru saja digelar itu. Alhasil Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo pun angkat bicara.

​Gatut mengatakan bahwa inisiasi kegiatan tersebut sejatinya datang dari kelompok organisasi kepemudaan.

Event ini digelar di rute yang sama dengan gelaran car free day (CFD) di setiap Minggu pagi. "Yang menginisiasi ini kan sebenarnya teman-teman dari kelompok organisasi kepemudaan," ujar Gatut.

Baca Juga: Akhir Pekan, Omzet CFD Tulungagung Tembus Ratusan Juta

Dirinya mengungkapkan bahwa pemkab memberikan waktu pelaksanaan selama tiga hari untuk kegiatan tersebut.

Namun demikian, masukan dari masyarakat menjadi catatan penting dan akan didiskusikan secara mendalam dengan pihak penyelenggara.

​Bupati menegaskan bahwa tujuan utama dari setiap kegiatan yang difasilitasi oleh pemkab adalah untuk kebaikan bersama.

Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh harus dilakukan agar tujuan awal acara tersebut bisa tercapai. "Kita menghargai kita fasilitas tempat lalu minta waktu tiga hari dan ini ke depan akan kita diskusikan," ungkapnya.

Baca Juga: CFD Tulungagung Ramai, Jadi Wadah Komunitas Reptil yang Unik dan Edukatif

Dia memastikan evaluasi akan dilakukan demi kebaikan bersama. Hal ini guna memastikan kegiatan di masa mendatang benar-benar dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai konsep yang diusung.

"Jadi kita evaluasi yang terbaik, bagaimana agar ke depan ini yang niatannya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kegiatan ini adalah kita melihat ke belakang seperti masa-masa lalu," jelasnya.

​Gatut menjelaskan bahwa konsep jadul harus memiliki korelasi yang kuat dengan kegiatan yang diselenggarakan pada hari ini.

"Artinya jadul itu kan harus ada korelasinya dengan kegiatan yang diselenggarakan pada hari ini. Tidak apa-apa. Karena ini sudah berjalan. Nanti ke depan kita akan kasih masukan teman agar judul dan kegiatan ini harus sinkron," kata Gatut. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#jadul #masa lalu #tulungagung djadoel