RADAR TULUNGAGUNG – Suasana tenang di Dusun Talun, Desa Gombang, Kecamatan Pakel, mendadak geger pada Jumat siang (5/12/2025).
Seorang warga yang tengah membantu aktivitas pascapanen ditemukan meninggal dunia di teras rumah milik Wiyah, warga setempat.
Peristiwa ini langsung menyita perhatian warga sekitar yang tak menyangka kegiatan rutin mengangkut gabah berakhir dengan duka.
Baca Juga: Terjatuh Saat Perbaiki Talang, Seorang Pria Tua Asal Tulungagung Meninggal Dunia
Korban diketahui berinisial EY (56), warga Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakel. Sejak pagi, EY membantu memindahkan karung-karung gabah dari sebuah mobil pickup ke gudang milik Wiyah.
Menurut saksi, setelah pekerjaan usai, korban sempat duduk beristirahat di teras rumah sembari mengatur napas. Namun beberapa menit kemudian, Wiyah mendapati korban dalam posisi tergeletak dan tak merespons saat dipanggil.
Panik, pemilik rumah segera meminta bantuan Kepala Desa Gombang dan memanggil bidan desa. Pemeriksaan awal menunjukkan EY sudah tidak bernyawa. Kabar tersebut kemudian diteruskan ke Polsek Pakel.
Tak berselang lama, petugas Polsek Pakel bersama tenaga medis Puskesmas Pakel tiba di lokasi. Pemeriksaan lanjutan memastikan korban sudah tidak memiliki denyut nadi maupun suara jantung saat tim datang. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun hal mencurigakan pada tubuh korban.
Informasi dari pihak keluarga dan kepala desa menguatkan dugaan bahwa korban meninggal akibat serangan jantung.
Korban diketahui memiliki riwayat stroke dan hipertensi, sehingga kondisi fisik yang lelah usai mengangkat gabah diyakini turut memicu serangan tersebut.
Baca Juga: Epy Kusnandar Meninggal Dunia, Jagat Hiburan Berduka atas Kepergian Aktor Ikonik Kang Mus
Kapolsek Pakel, AKP Anwari, saat dikonfirmasi membenarkan kronologi kejadian.“Hasil pemeriksaan tenaga medis menunjukkan korban meninggal bukan karena adanya unsur kekerasan. Dugaan sementara korban mengalami serangan jantung yang dipicu riwayat penyakitnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. ****
Editor : Dharaka R. Perdana