RADAR TULUNGAGUNG - Tingginya intensitas hujan yang terus mengguyur Tulungagung dalam beberapa waktu terakhir memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap pendapatan harian para pengemudi ojek online (ojol).
Dampak tersebut paling dirasakan oleh driver yang mengoperasikan kendaraan roda dua, hal ini karena kondisi cuaca basah membuat ruang gerak mereka terbatas dan berimbas langsung pada jumlah pesanan yang masuk.
Guruh Wibowo, salah satu driver ojek online roda dua, menuturkan bahwa sejak curah hujan yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir membuat jumlah orderan yang masuk mengalami penurunan cukup tajam.
Menurutnya, bila dibandingkan dengan kondisi normal, ketika cuaca cerah ia bisa mendapatkan pendapatan 100 persen dari target hariannya, namun kini ia hanya mampu mengumpulkan sekitar 60 persen saja.
“Pengaruhnya itu sangat banyak. Pendapatan iya, kalau yang musim kemarau itu misalkan dari parameter 100 persen, kalau hujan ya sekitar 60 persen,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut ia menjelaskan situasi tersebut terjadi karena saat hujan turun, ruang gerak para driver motor menjadi sangat terbatas.
Ia menyebut, dalam kondisi cuaca buruk, dirinya hanya bisa mengaktifkan layanan pengantaran makanan dan barang saja.
Menurutnya, jika ia tetap membuka layanan antar penumpang, justru akan menimbulkan rasa tidak enak karena penumpang berpotensi kehujanan dan merasa tidak nyaman selama perjalanan.
"Para penumpang pada umumnya memilih beralih menggunakan layanan ojek online mobil ketika hujan, sebab dinilai lebih bisa memberikan rasa aman dan kenyamanan," tambahnya.
Terkait kondisi tersebut, pria yang sudah menekuni profesi sebagai driver ojek online berbasis motor selama kurang lebih tiga tahun itu mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain menerima keadaan.
Menurutnya, para driver motor seperti dirinya hanya bisa berpasrah sembari berharap cuaca segera kembali normal agar pendapatan dapat stabil kembali.
“Ya kita ikuti saja seperti air yg mengalir, ya memang keluh kesahnya ojek kayak gitu, kita jalani sajalah,” tutupnya.
Namun di sisi lain, situasi yang berbeda dirasakan oleh para driver ojek online yang beroperasi menggunakan mobil.
Kondisi dingin dan basah akibat curah hujan tinggi ini membuat banyak penumpang lebih memilih menggunakan jasa ojol roda empat.
Alhasil, permintaan order untuk layanan ojol mobil meningkat cukup signifikan, hal ini otomatis membuat pendapatan harian para driver mobil juga cenderung naik.
Heri Mulyono, seorang pengemudi ojek online khusus mobil, menceritakan bahwa jumlah penumpang yang ia layani mengalami peningkatan cukup signifikan yaitu sekitar 3 kali lipat saat memasuki musim hujan.
Ia menjelaskan dalam sehari bisa menerima permintaan perjalanan hingga 20 sampai 25 penumpang.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan hari-hari pada musim kemarau, ketika ia umumnya hanya mendapatkan sekitar 15 hingga 18 penumpang saja. “Saat musim hujan seperti ini jumlah penumpang naik hingga tiga kali lipat," jelasnya.
Menurutnya, lonjakan permintaan biasanya terjadi pada rentang waktu antara pukul 06.00 hingga 08.00. Pada jam-jam tersebut, masyarakat tengah bersiap berangkat ke sekolah maupun kantor.
Sehingga kebutuhan layanan transportasi meningkat dan membuat periode itu menjadi waktu paling ramai bagi para pengemudi. "Saat pagi biasanya lebih ramai yang order," ungkapnya.
Selanjutnya, pria berusia 47 tahun itu menjelaskan terdapat berbagai alasan yang membuat penumpang memilih beralih dari ojek motor ke layanan mobil saat musim hujan.
Selain karena tidak ingin basah terkena air hujan, sebagian penumpang yang sebenarnya memiliki mobil pribadi pun lebih memilih menggunakan jasa ojol mobil.
"Pelanggan biasanya mempertimbangkan mobil pribadi akan menjadi kotor jika dipakai saat hujan, sehingga mereka merasa enggan jika harus mencuci kendaraan sendiri setelahnya," tandasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana