Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Akhir Tahun Tanpa Gadget 24 Jam Hidup Ala Warga Desa Tulungagung, Sehari Menutup Tahun dengan Cara yang Paling Sederhana dan Paling Menenangkan

Yoga Dany Damara • Senin, 8 Desember 2025 | 18:29 WIB

Kadang, untuk menemukan ketenangan, kita hanya perlu mematikan layar  dan membuka mata pada hal-hal kecil yang selama ini terlewat.
Kadang, untuk menemukan ketenangan, kita hanya perlu mematikan layar dan membuka mata pada hal-hal kecil yang selama ini terlewat.

RADAR TULUNGAGUNG - Di tengah kebiasaan akhir tahun yang identik dengan gawai, kembang api, dan hiruk pikuk kota, ada satu cara lain untuk merayakan hidup seperti warga desa Tulungagung selama 24 jam.

Tanpa gadget. Tanpa notifikasi. Tanpa distraksi. Hasilnya? Kehangatan, kesederhanaan, dan ketenangan yang jarang kita rasakan.

Baca Juga: Update Harga 5 HP Samsung yang Turun di Akhir 2025, Saatnya Upgrade Gadget Lama!

05.00 – Menyambut Subuh dengan Udara Paling Bersih

Hari dimulai saat suara ayam bersahutan dan udara masih dingin. Warga desa terbiasa bangun sebelum matahari muncul, lalu menghirup aroma embun yang bahkan tidak pernah kita temukan di ruang ber-AC.

Tanpa HP, kita benar-benar menikmati momen paling sunyi dalam sehari.

Baca Juga: iQOO 15 Siap Hadir Meramaikan Pasar Gadget Tanah Air, Jadi Smartphone Pertama yang Ditenagai Snapdragon Elite 8 Gen 5

06.00 – Sarapan Tradisional yang Tidak Tergantikan

Nasi jagung hangat, urap kelapa, tempe goreng, atau pecel pedas gurih sarapan sederhana ala Tulungagung terasa lebih nikmat ketika kita memakannya tanpa membuka timeline.

Semua terasa lebih hidup aroma bumbu, obrolan ringan keluarga, dan pemandangan dapur tradisional.

08.00 – Menyusuri Jalan Setapak Menuju Sawah

Setelah sarapan, aktivitas utama warga desa pun dimulai: berjalan ke sawah. Bukan untuk bekerja saja, tapi untuk menikmati hijaunya hamparan padi, gemericik irigasi, dan angin sepoi yang tidak pernah berbohong soal ketenangannya.

Tanpa gadget, mata kita fokus melihat dunia nyata dan ternyata itu jauh lebih indah.

Baca Juga: 7 Aplikasi Gadget yang Paling Banyak Digemari Generasi Z, Paling Bontot Sering Banyak Promo

14.00 – Nongkrong Santai di Pos Ronda

Di kota, nongkrong berarti kafe dan WiFi. Di desa, pos ronda sudah cukup. Di sini, obrolan ngalor ngidul, gelak tawa, dan canda receh bisa berlangsung berjam-jam.

Ada teh panas, gorengan baru matang, dan cerita tentang panen hingga kisah masa kecil. Simpel, tapi bikin hati penuh.

20.00 – Tidur Lebih Awal, Badan Lebih Ringan

Saat malam tiba, desa menjadi sangat tenang. Tidak ada layar terang yang mengganggu waktu istirahat.

Tidak ada scroll tanpa akhir. Tidur lebih awal terasa seperti hadiah: tubuh rileks, pikiran segar, dan kita benar-benar merasakan apa itu “istirahat”.

Aneh tapi nyatahidup pelan-pelan seperti warga Tulungagung justru membuat akhir tahun terasa lebih berisi. Lebih hangat. Lebih dekat dengan diri sendiri.

Kadang, untuk menemukan ketenangan, kita hanya perlu mematikan layar  dan membuka mata pada hal-hal kecil yang selama ini terlewat. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #24 jam #akhir tahun