RADAR TULUNGAGUNG – Setelah dua hari pencarian intensif, bocah bernama Rizal (11) yang dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Bodeng, Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Tulungagung akhirnya ditemukan pada Senin (8/12) pukul 16.15.
Korban ditemukan sekitar 300 meter dari lokasi kejadian, dalam kondisi setengah mengambang dan segera dievakuasi oleh tim gabungan.
Komandan Tim Pos SAR Trenggalek, Fitra Adma Chasanda, menjelaskan bahwa titik penemuan berada di tengah aliran Sungai Bodeng yang sebelumnya telah dibuka untuk memperlancar arus.
Baca Juga: Terjatuh Saat Perbaiki Talang, Seorang Pria Tua Asal Tulungagung Meninggal Dunia
Kondisi tersebut membuat tubuh korban mulai terlihat dari atas perahu saat tim melakukan penyisiran.
“Korban ditemukan sekitar 300 meter dari lokasi kejadian. Posisinya sudah mulai mengambang sedikit dan terlihat dari atas perahu. Tadi aliran airnya juga dibuka sehingga mempermudah pencarian,” ujar Fitra.
Menurutnya, pencarian pada sore hari memang difokuskan ke arah lokasi awal kejadian.
Tim membawa alat berupa bambu panjang untuk menggapai objek yang mencurigakan di permukaan air.
“Tadi sore kami arahkan penyisiran kembali ke lokasi kejadian sambil membawa alat untuk mengait. Dari situ korban akhirnya bisa ditemukan,” terangnya.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk pemeriksaan oleh tim Inafis.
Fitra menyebut kondisi tubuh korban masih utuh karena belum melewati 3x24 jam sejak kejadian
“Kondisinya masih utuh, belum bengkak. Hanya lecet-lecet wajar. Pakaiannya juga masih lengkap, menggunakan kaos hitam” jelasnya.
Titik penemuan korban juga tidak jauh dari lokasi ditemukannya Rangga, bocah lain yang lebih dulu ditemukan meninggal pada Minggu (7/12).
“Jaraknya tidak jauh, hanya sekitar 50–100 meter. Bahkan posisinya lebih dekat ke lokasi kejadian,” tambahnya.
Fitra menjelaskan, area tempat korban tenggelam memang memiliki kedalaman ekstrem.
“Pada satu titik ada kedalaman mencapai 7 meter. Kemungkinan korban tersangkut di bagian itu, sehingga belum mengapung sempurna,” katanya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana